Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pelajar Papua Turun ke Jalan Tolak Makan Bergizi Gratis, Desak Anggaran Dialihkan untuk Pendidikan Gratis

        Pelajar Papua Turun ke Jalan Tolak Makan Bergizi Gratis, Desak Anggaran Dialihkan untuk Pendidikan Gratis Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gelombang penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggema dari Tanah Papua. Ribuan pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) menggelar aksi unjuk rasa serentak di sejumlah wilayah, Selasa (15/9/2026).

        Mereka mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi program MBG dan mengalihkan anggarannya demi mewujudkan pendidikan gratis yang lebih mendesak di Bumi Cenderawasih.

        Aksi protes ini berlangsung di berbagai titik strategis lintas provinsi, mulai dari Kota Jayapura, Wamena (Papua Pegunungan), Nabire, Deiyai, Yahukimo (Papua Tengah), hingga Sentani.

        Di Kota Jayapura, massa memusatkan aksinya di kawasan Perumnas 3 Waena, Distrik Heram. Di Nabire, pelajar melakukan long march menuju Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah.

        Sementara di Wamena, lautan massa memadati Kantor DPR Papua Pegunungan dengan membawa spanduk bertuliskan "Tolak MBG" dan "Kami Minta Sekolah Gratis".

        Namun, aksi di Sentani, Kabupaten Jayapura, sempat diwarnai ketegangan. Pihak kepolisian membubarkan konsentrasi massa dan mengamankan sedikitnya 78 pelajar ke Polsek Sentani Kota.

        Penolakan terhadap MBG ini bukan tanpa dasar yang kuat. Koordinator Lapangan Aliansi SPWP, Leo Mulikma, menegaskan bahwa aksi ini dipicu oleh keprihatinan mendalam atas maraknya insiden keracunan yang menimpa siswa di berbagai daerah saat pelaksanaan program MBG, termasuk di wilayah Papua.

        "Aksi ini bagian dari kemanusiaan. Kita bisa lihat dampak MBG ini sangat besar dan banyak siswa di Indonesia yang keracunan, bahkan di Papua juga ada. Daripada makan bergizi gratis, sebaiknya anggaran itu dialihkan untuk pendidikan gratis,” tegas Leo kepada wartawan di Kota Jayapura.

        Bagi para pelajar Papua, pendidikan adalah hak dasar yang distribusinya masih belum merata. Mereka menilai persoalan pendidikan di Papua jauh lebih baik pemerintah mengalihkan anggaran tersebut untuk mewujudkan pendidikan gratis, menyediakan guru berkualitas, dan memperbaiki fasilitas sekolah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: