Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lampaui Target 2030, Solusi Bangun Pangkas Pengambilan Air Baku 45%

        Lampaui Target 2030, Solusi Bangun Pangkas Pengambilan Air Baku 45% Kredit Foto: Solusi Bangun Indonesia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) telah memangkas pengambilan air baku sebesar 45% hingga 2025 dibandingkan baseline 2019. Capaian tersebut melampaui target perusahaan untuk menurunkan pengambilan air baku sebesar 10% pada 2030.

        Pengurangan penggunaan air tersebut dilakukan di tengah kondisi kemarau 2026 yang diprakirakan lebih kering dan panjang dari normal di sejumlah wilayah Indonesia. Perusahaan mengandalkan kombinasi pemanfaatan kembali air, penampungan air hujan, sumber air alternatif, hingga teknologi untuk menekan penggunaan air dalam kegiatan produksi semen.

        Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, total pengambilan air baku Solusi Bangun Indonesia turun dari 2.252 megaliter pada 2024 menjadi 2.132 megaliter pada 2025.

        Penurunan terjadi pada penggunaan air permukaan dan air tanah. Pengambilan air permukaan turun sekitar 18% dari 841 megaliter menjadi 688 megaliter, sedangkan penggunaan air tanah berkurang sekitar 11% dari 487 megaliter menjadi 432 megaliter.

        Di sisi lain, pemanfaatan air hujan meningkat. Volume air hujan yang ditampung naik sekitar 9% dari 676 megaliter pada 2024 menjadi 734 megaliter pada 2025.

        Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia Edi Sarwono mengatakan perusahaan berupaya mengurangi ketergantungan terhadap air permukaan dengan mengoptimalkan sumber air alternatif dan penggunaan kembali air.

        “Air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan termasuk kegiatan ekonomi dan industri. Karena itu, kami terus berupaya menurunkan penggunaan air permukaan dengan memanfaatkan sumber air alternatif seperti pemanenan air hujan, penggunaan recycled water, serta penggunaan teknologi yang membantu mengoptimalkan distribusi air ke fasilitas produksi agar lebih efisien,” ujar Edi dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).

        Pemanfaatan recycled water menjadi salah satu penopang penghematan tersebut. Sepanjang 2025, empat pabrik Solusi Bangun Indonesia menggunakan 563 megaliter recycled water dari proses produksi.

        Volume tersebut setara 31,7% dari total pengambilan air dan meningkat 24% dibandingkan tahun sebelumnya.

        Penerapannya dilakukan sesuai kondisi masing-masing pabrik. Di Pabrik Cilacap, Jawa Tengah, misalnya, air hujan yang tertampung di settling pond kembali digunakan untuk kebutuhan produksi. Langkah tersebut membuat penggunaan air baku di pabrik tersebut turun 37% pada 2025 dibandingkan baseline 2019.

        Sementara itu, Pabrik Narogong, Jawa Barat, menggunakan teknologi Programmable Logic Control (PLC) dan Internet of Things (IoT) melalui River Pump Management untuk mengatur distribusi air.

        Penerapan sistem tersebut membantu mengurangi konsumsi air tawar dari sungai sebesar 82 megaliter sepanjang 2025.

        Baca Juga: Jakarta Terancam Krisis Air, Pramono Siap Olah Air Laut Jadi Air Bersih Asal Giant Sea Wall Jalan

        Baca Juga: Dari Petrokimia ke Energi dan Infrastruktur, Ini Transformasi Chandra Asri

        Di Pabrik Lhoknga, Aceh, perusahaan juga memanfaatkan air hujan melalui fasilitas penampungan untuk mengurangi penggunaan air sungai. Pada 2025, penggunaan air baku dari sungai di pabrik tersebut tercatat turun 100%.

        Edi mengatakan efisiensi penggunaan air menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadapi perubahan pola iklim sekaligus menjaga ketersediaan air untuk kegiatan operasional.

        “Ketahanan menghadapi perubahan iklim dibangun dari keputusan yang kita ambil hari ini. Setiap upaya untuk menggunakan kembali air, memanfaatkan sumber alternatif, dan mengurangi kehilangan air membantu menjaga ketersediaannya bagi operasi, lingkungan, maupun masyarakat,” kata Edi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: