'Semodel Prabowo Aja Keteteran,' Rencana Gibran Maju Capres 2029 Disentil: Apa Nggak Malu?
Kredit Foto: Antara/Hasrul Said
Dosen Lintas Budaya Ali Syarief mengkritik pihak-pihak yang ingin mencalonkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.
Menurut Ali, Presiden Prabowo Subianto yang memiliki rekam jejak panjang di dunia politik dan pemerintahan saja masih menghadapi berbagai tantangan dalam memimpin negara.
Baca Juga: Wakil PM Malaysia Ngeluh ke Gibran Soal Asap Karhutla, Sampai Tawarkan Pesawat & Helikopter!
Ia juga menyoroti masih banyaknya lulusan dari kampus-kampus ternama seperti ITB, UI, UGM, maupun universitas luar negeri yang dinilainya lebih kompeten untuk menjadi Presiden RI.
Selain itu, Ali turut menyinggung riwayat pendidikan Gibran di UTS Insearch Sydney, Australia, yang saat ini tengah menjadi perbincangan.
"Semodel Prabowo saja, masih keteteran menjadi Presiden, masa sich masih ngotot, ingin MenCapreskan Gibran; Apa nggak malu punya banyak jebolan orang-orang hebat dari kampus-kampus keren? Ada banyak alumnus ITB, UI, UGM dan tidak sedikit pula lulusan luar. Sorry bukan UTS," tulis Ali di akun X pribadinya, dikutip Jumat (18/9).
Sementara itu, Pakar hukum tata negara Denny Indrayana mengungkapkan bahwa pihak UTS Insearch Sydney, Australia, tempat Gibran menempuh pendidikan, telah mengonfirmasi permintaan resminya.
Permintaan tersebut terkait informasi pendidikan Gibran periode 2004–2007, mencakup data pendaftaran, program studi, kelulusan, hingga nilai. Denny menyebut permohonan itu kembali diajukan pada 9 September 2026, bertepatan dengan penutupan sayembara ijazah SMA/sederajat Gibran.
"Tanggal 9 September lalu, saya mengajukan lagi permintaan informasi terkait sekolah Gibran di UTS Inserach, Sydney, Australia. Permintaan resmi saya daftarkan online, dan dikonfirmasi UTS melalui potongan email di atas," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (15/9).
Ia menegaskan ingin memperoleh seluruh data pendidikan Gibran di sana.
"Saya meminta seluruh data sekolah Gibran di sana. Kapan masuknya? Program apa? Apakah selesai? Kapan lulusnya? Bagaimana nilainya? Dst," imbuhnya.
Denny menyatakan siap menggugat melalui kantor hukumnya di Australia jika data tidak diberikan. Ia akan mengandalkan izin praktik solicitor yang dimilikinya di negara tersebut.
Baca Juga: Roy Suryo Disebut Telah Hancurkan Nama Baik Jokowi dan Masa Depan Gibran
"Kalau tidak diberikan juga, saya mempertimbangkan menggugat Keterbukaan Informasi Publik melalui kantor hukum saya INTEGRITY Lawyers yang punya cabang di Sydney, Australia.," tegasnya.
"Karena saya sendiri punya izin praktik hukum (Solicitor) di Australia, selain advokat di Indonesia," lanjutnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: