Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Anggaran MBG Tembus Rp134,2 Triliun hingga Agustus, Penerima Malah Turun

        Anggaran MBG Tembus Rp134,2 Triliun hingga Agustus, Penerima Malah Turun Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp134,2 triliun hingga Agustus 2026. Pemerintah menyatakan pelaksanaan program tersebut terus dipantau agar penggunaan anggaran semakin tepat sasaran.

        Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan evaluasi dilakukan seiring berjalannya realisasi anggaran selama delapan bulan pertama APBN 2026. Pemerintah juga melihat adanya penataan dalam pelaksanaan program yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN).

        "MBG realisasinya Rp134,2 triliun selama 8 bulan pelaksanaan APBN 2026. Track record realisasi anggaran bisa diliat dari Januari-Agustus dan kita liat program MBG ini semakin tepat sasaran didukung reformasi BGN yang secara gencar diumumkan beberapa waktu terkahir," ujar Suahasil saat Konferensi Pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).

        Koordinasi antara Kementerian Keuangan dan BGN terus dilakukan, terutama ketika terdapat perubahan maupun penataan dalam pelaksanaan MBG.

        Salah satu langkah yang dilakukan BGN adalah memperketat persyaratan kelayakan higiene dan sanitasi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah SPPG juga telah ditutup sebagai bagian dari proses penataan program.

        Penataan lainnya menyasar wilayah penerima program, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan angka stunting tinggi.

        Kelompok penerima manfaat juga menjadi perhatian. Prioritas diarahkan kepada kelompok 3B, yaitu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta santri.

        "Jadi penataan penataan ini reform sangat baik membuat jadi lebih tepat sasaran termasuk target oleh BGN ada reform penntuan penerima manfaat dialihkan dari SPPG ke BGN agar distribusi MBG lebih optimal," terang Suahasil.

        Menurut Suahasil, perubahan tersebut diharapkan membuat penggunaan anggaran MBG semakin terarah kepada kelompok yang membutuhkan.

        "Jadi kita sambut baik reform di BGN sehingga bisa lakukan lebih tepats asaran uang yang dipaki untuk MBG menajdi betul betul bisa kena ke yang membutuhkan," imbuhnya menegaskan.

        Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi anggaran MBG terus meningkat sepanjang Januari hingga Agustus. Pada Januari tercatat Rp19,55 triliun, kemudian Rp38,97 triliun pada Februari dan Rp55,34 triliun pada Maret.

        Baca Juga: MK Resmi Larang Pemerintah Sembarangan Ubah Anggaran MBG, Kini Wajib Libatkan DPR

        Angka tersebut kembali naik menjadi Rp75 triliun pada April, Rp88,15 triliun pada Mei, Rp101,10 triliun pada Juni, serta Rp117,33 triliun pada Juli. Hingga akhir Agustus, realisasi mencapai Rp134,19 triliun.

        Sementara itu, jumlah penerima manfaat mengalami perubahan dari bulan ke bulan. Pada Januari terdapat 52,4 juta penerima, Februari 56,2 juta, Maret 59,6 juta, April 61,7 juta, Mei 62,7 juta, dan Juni 63,3 juta penerima.

        Jumlah tersebut kemudian turun menjadi 56,9 juta penerima pada Juli dan sedikit meningkat menjadi 57 juta penerima pada akhir Agustus.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: