Prabowo Pede Kekayaan RI Bakal Makin Gemuk dalam 3–4 Tahun: 'Saya Sudah Pelajari Angkanya'
Kredit Foto: BPMI
Presiden Prabowo Subianto meyakini kekayaan Indonesia masih akan bertambah besar dalam beberapa tahun ke depan. Ia memperkirakan peningkatan tersebut dapat terlihat dalam rentang tiga hingga empat tahun mendatang.
Keyakinan itu disampaikan Prabowo saat berbicara mengenai besarnya kekayaan Indonesia dalam acara HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Prabowo mengatakan dirinya telah mempelajari angka-angka yang berkaitan dengan kekayaan Indonesia.
“Saya percaya dan saya yakin 3-4 tahun lagi kekayaan ini akan naik saudara-saudara sekalian. Saya sudah pelajari angka-angkanya,” ujar Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan melalui YouTube PAN TV.
Sebelum menyampaikan proyeksi tersebut, Prabowo mengungkap angka kekayaan Indonesia yang menurutnya telah mencapai lebih dari US$1.000 triliun. Jika menggunakan asumsi kurs Rp17.828 per dolar AS seperti dalam perhitungan yang disampaikan, angka tersebut setara lebih dari Rp17.828 kuadriliun.
Prabowo tidak merinci dalam pernyataan tersebut komponen apa saja yang digunakan untuk menghitung total kekayaan Indonesia hingga mencapai angka tersebut. Karena itu, angka tersebut perlu dipahami sebagai klaim yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo kemudian mengaitkan keyakinannya dengan sejumlah pencapaian pemerintah selama kurang dari dua tahun menjalankan pemerintahan. Salah satu yang ia soroti adalah capaian di sektor pangan.
Menurut Prabowo, pemerintah telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan dalam waktu sekitar satu tahun. Ia menyebut capaian tersebut sebagai salah satu hasil yang paling menonjol dari pemerintahan yang dipimpinnya.
“Ini salah satu apa pencapaian kita yang menonjol, menonjol, kita sudah swasembada 8 komoditas pangan dalam satu tahun,” kata Prabowo.
Selain pangan, Prabowo menyinggung pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah hingga ke tingkat desa. Ia menyebut pembangunan tersebut mencakup jaringan irigasi serta ribuan jembatan.
Prabowo mengatakan pemerintah telah membangun lebih dari 1.000 kilometer jaringan irigasi. Sementara untuk jembatan di desa, jumlahnya disebut hampir mencapai 4.000 dan ditargetkan meningkat menjadi 5.000 hingga akhir tahun.
“Kita sudah membangun hampir 4.000 jembatan, sampai akhir tahun 5.000 jembatan di desa,” ujarnya.
Rangkaian capaian tersebut menjadi bagian dari penjelasan Prabowo ketika berbicara mengenai perkembangan Indonesia. Ia menilai hasil pembangunan dan kebijakan pemerintah akan ikut memperkuat kondisi ekonomi serta kekayaan nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga: Prabowo Siapkan Bursa Mineral 2027, Ekspor Komoditas Akan Lewat Satu Pintu
Namun, pernyataan mengenai kenaikan kekayaan dalam tiga hingga empat tahun merupakan proyeksi yang disampaikan Prabowo. Ia tidak memaparkan dalam pidato tersebut perhitungan rinci mengenai berapa besar kenaikan yang diperkirakan maupun metode yang digunakan untuk memproyeksikannya.
Di sisi lain, angka US$1.000 triliun yang disebut Prabowo juga perlu dibedakan dari ukuran ekonomi seperti Produk Domestik Bruto (PDB) atau APBN. Kekayaan nasional merupakan konsep yang berbeda dari nilai produksi ekonomi tahunan maupun anggaran penerimaan dan belanja pemerintah.
Dengan proyeksi tersebut, Prabowo menyatakan optimisme terhadap perkembangan kekayaan Indonesia dalam tiga sampai empat tahun ke depan. Ia menegaskan keyakinannya itu didasarkan pada angka-angka yang telah dipelajarinya.
Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan sejumlah capaian yang diklaim pemerintah, mulai dari swasembada delapan komoditas pangan hingga pembangunan infrastruktur desa. Prabowo menggunakan capaian tersebut sebagai bagian dari gambaran mengenai arah perkembangan Indonesia yang menurutnya masih memiliki ruang untuk tumbuh.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama