Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ganjar Sentil Gerindra soal Pilpres 2029: Jangan Sibuk Koalisi, Bereskan Dulu Masalah Rakyat

Ganjar Sentil Gerindra soal Pilpres 2029: Jangan Sibuk Koalisi, Bereskan Dulu Masalah Rakyat Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua DPP PDI-P Ganjar Pranowo memilih mengingatkan Gerindra agar tidak terlalu dini membicarakan Pilpres 2029. Saat partai yang kini menjadi salah satu kekuatan utama pemerintahan Prabowo Subianto mulai membuka peluang koalisi dengan PDI-P, Ganjar justru meminta perhatian diarahkan terlebih dahulu kepada persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ganjar menilai perhelatan Pilpres 2029 masih terlalu jauh untuk menjadi fokus utama. Ia pun mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan pemerintah saat ini.

"Pilpres masih jauh," ujar Ganjar kepada Kompas.com, Jumat (18/9/2026).

Menurut Ganjar, Gerindra sebagai partai pemerintah seharusnya lebih dulu berkonsentrasi membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan. Ia menyebut sejumlah masalah yang menurutnya membutuhkan perhatian lebih mendesak dibandingkan pembicaraan mengenai kontestasi politik berikutnya.

"Mari kita sama-sama konsentrasi membereskan berbagai persoalan rakyat yang sungguh-sungguh perlu bantuan. Ada bencana, lapangan kerja, soal kekeringan, dan pangan," imbuhnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Ganjar setelah Gerindra secara terbuka menyatakan tidak menutup kemungkinan bekerja sama dengan PDI-P untuk menghadapi Pilpres 2029. Wacana tersebut menarik perhatian karena kedua partai berada di posisi politik yang berbeda dalam Pilpres 2024.

Pada Pilpres 2024, Gerindra menjadi partai utama yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sementara itu, PDI-P mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Kini, situasi politik mulai menunjukkan kemungkinan perubahan. Gerindra menyatakan pintu kerja sama terbuka bagi berbagai kekuatan politik, termasuk PDI-P, meski belum ada pembahasan konkret mengenai pasangan calon atau konfigurasi koalisi untuk Pilpres 2029.

Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso mengatakan partainya membuka peluang bekerja sama dengan kekuatan politik mana pun selama tujuannya memperjuangkan kepentingan rakyat. PDI-P disebut secara eksplisit sebagai salah satu partai yang tidak dikecualikan dari kemungkinan tersebut.

"Gerindra membuka pintu selebar-lebarnya kepada kekuatan politik mana pun dalam konteks 2029 untuk katakanlah bersama-sama, berjuang bersama terkait dengan memperjuangkan kepentingan rakyat," ujar Sugiat saat dihubungi, Kamis (17/9/2026).

"Apakah nanti dalam konteks Pilpres dan lain sebagainya, Gerindra membuka peluang. Bahkan even dengan PDI-P sekali pun, kan," sambungnya.

Meski begitu, Sugiat menegaskan Gerindra belum melakukan perhitungan politik secara khusus untuk menghadapi Pilpres 2029. Partai yang dipimpin Prabowo tersebut masih menyatakan fokus mendukung pemerintahan yang berjalan saat ini.

Baca Juga: Serangan PDIP ke Jokowi: Kabur dari Persidangan Ijazah Palsu dan Dianggap Ngomong Besar Doang

Sikap itu membuat pernyataan Ganjar menjadi kontras dengan wacana yang dilempar Gerindra. Ketika peluang koalisi 2029 mulai disebut secara terbuka, Ganjar memilih menarik pembicaraan kembali ke persoalan yang menurutnya lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Ganjar menyoroti bencana, persoalan lapangan kerja, kekeringan, hingga ketahanan pangan sebagai agenda yang membutuhkan perhatian bersama. Baginya, pembicaraan mengenai koalisi politik belum menjadi kebutuhan mendesak dibandingkan penyelesaian persoalan tersebut.

Respons Ganjar juga menunjukkan bahwa wacana kerja sama PDI-P dan Gerindra belum otomatis menjadi pembicaraan politik yang konkret di tingkat elite. Hingga kini, belum ada keputusan mengenai bentuk kerja sama, pasangan calon, maupun konfigurasi koalisi kedua partai untuk Pilpres 2029.

Di sisi lain, terbukanya peluang kerja sama tersebut tetap menjadi perkembangan menarik dalam peta politik nasional. Setelah berada di kubu yang berseberangan pada Pilpres 2024, Gerindra dan PDI-P kini sama-sama membuka ruang kemungkinan untuk bekerja sama pada kontestasi berikutnya.

Namun, untuk saat ini Ganjar memilih tidak memperpanjang pembicaraan tersebut. Ia justru menegaskan bahwa elite politik sebaiknya memastikan persoalan rakyat diselesaikan terlebih dahulu sebelum kembali sibuk membicarakan pertarungan Pilpres 2029.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama