Kredit Foto: Merlina Aryanti
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penerbitan waran terstruktur terus tumbuh sepanjang 2026. Hingga data terakhir, sebanyak 679 waran terstruktur telah diterbitkan dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun.
Kepala Unit Pengembangan Bisnis Produk Terstruktur BEI, Pradapaningsih menyebut masih ada pipeline sekitar 100-200 penerbitan waran terstruktur hingga akhir 2026.
“Kalau penerbitan waran terstruktur sampai saya lihat data terakhir itu 679 di tahun ini. Kemudian kalau dari pipeline penerbit setahu saya masih ada sekitar 100-200 penerbitan lagi,” ujar Pradapaningsih di Gedung BEI, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Dengan tambahan tersebut, dia berharap penerbitan waran terstruktur tahun ini dapat melampaui realisasi 2025. Hingga September 2026, jumlah penerbitannya juga sudah lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut turut didukung oleh perluasan pilihan aset dasar (underlying). BEI memperluas cakupan underlying dari indeks DX30 menjadi DX80, sehingga penerbit memiliki lebih banyak pilihan saham sebagai aset dasar.
Baca Juga: BEI: Makin Banyak Investor Bertransaksi, Likuiditas ETF Makin Dalam
Baca Juga: BEI Perketat Kuotasi Dealer Partisipan untuk Dongkrak Likuiditas ETF
Baca Juga: IHSG Turun 1,53% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Tergerus Rp180 Triliun
Menurut Pradapaningsih, saham-saham dalam DX30 memang memiliki likuiditas tinggi. Namun, waran terstruktur juga membutuhkan saham dengan volatilitas yang cukup agar produknya menarik bagi investor.
“Terutama karena kan DX30 sahamnya yang paling liquid. Sementara kalau untuk produk seperti waran terstruktur memang mereka membutuhkan volatilitas,” katanya.
Dari sisi investor, perdagangan waran terstruktur saat ini masih didominasi investor ritel. Sementara investor institusi berpotensi memanfaatkan instrumen tersebut untuk kebutuhan tertentu, termasuk sebagai sarana lindung nilai (hedging) terhadap posisi investasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: