Kredit Foto: WE
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba pada semester I 2026, ditopang lonjakan produksi dan penjualan tembaga serta emas.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, penjualan bersih AMMN melonjak 1.024% secara tahunan (YoY) menjadi US$2,05 miliar dari US$183 juta pada semester I 2025.
Penjualan domestik mencapai US$741,77 juta, terdiri atas katoda tembaga US$430,71 juta dan emas murni US$311,06 juta. Sementara penjualan ekspor naik menjadi US$1,31 miliar dari US$182,59 juta, dengan kontribusi konsentrat tembaga US$491,52 juta, konsentrat emas US$586,92 juta, dan katoda tembaga US$232,19 juta.
Glencore menjadi pembeli terbesar dengan nilai US$1,25 miliar atau 61,1% dari total penjualan, disusul Antam US$310,11 juta, Marubeni Indonesia US$231,85 juta, dan Trafigura US$52,71 juta.
Sejalan dengan kenaikan penjualan, EBITDA AMMN melonjak 1.207% menjadi US$1,13 miliar dari US$86 juta. Perseroan juga mencatat laba bersih US$504 juta, berbalik dari rugi US$146 juta pada semester I 2025.
Di sisi neraca, kas dan setara kas naik 21% menjadi US$819 juta, sedangkan total utang turun 9% menjadi US$5,84 miliar. Utang bersih juga turun 13% menjadi US$5 miliar. Sementara itu, belanja modal turun 82% menjadi US$130 juta.
Direktur Keuangan AMMN Anthony Mathias mengatakan perbaikan kinerja ditopang peningkatan operasional, volume penjualan, dan harga jual logam yang lebih kuat.
"Arus kas yang solid juga memungkinkan perseroan mempercepat pembayaran utang," ujar Anthony.
Baca Juga: Laba Petrosea (PTRO) Melonjak 613% Jadi US$9,17 Juta di Semester I 2026
Baca Juga: MedcoEnergi Tahan Saham AMMN, Prospek Emas dan Tembaga Masih Menjanjikan
Dari sisi operasional, produksi konsentrat meningkat 81% YoY menjadi 347.307 metrik ton kering. Produksi tembaga melonjak 136% menjadi 211 juta pon, sedangkan produksi emas naik 481% menjadi 346.354 ons.
Direktur Utama AMMN Arief Sidarto mengatakan peningkatan produksi didukung kenaikan penambangan bijih segar dan kadar bijih yang lebih tinggi.
"Perseroan juga mencatat produksi katoda tembaga sebesar 48.756 ton dan emas murni 122.131 ons. Sementara itu, kinerja smelter terus membaik dan mencetak rekor baru pada Juli dan Agustus 2026 saat tingkat input mencapai kapasitas desain," ungkap Arief.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: