Kredit Foto: Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguji level 6.300-6.350 pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Meski demikian, koreksi harga minyak dan penguatan bursa global dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks.
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menyebut penguatan Wall Street pada Senin (21/9/2026) ditopang oleh penurunan harga minyak, turunnya imbal hasil US Treasury, serta kenaikan saham teknologi.
Harga minyak WTI turun 4,5% menjadi US$95 per barel, sedangkan imbal hasil US Treasury 10 tahun turun 4 basis poin menjadi 4,951%. Di sisi lain, harga emas melemah 0,8% ke US$4.348 per troy ounce.
Pasar global juga mencermati rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan ini.
"Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah isu, termasuk AI, tarif perdagangan, dan mineral kritis," tulis riset dari phintraco Sekuritas.
Baca Juga: BEI Pantau Ketat 2 Saham Ini, Salah Satunya Tembus ARA
Baca Juga: IHSG Terpukul 0,88% ke Level 6.384,72 di Akhir Perdagangan
Baca Juga: BEI Ubah Batas Minimum Harga Saham Jadi Rp1, Ini Ketentuannya
Dari dalam negeri, sentiment yang BEI akan memberlakukan penyesuaian batas harga minimum saham dan DINFRA di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dari Rp50 menjadi Rp1 mulai 28 September 2026.
"Phintraco menilai perubahan ini berpotensi mendukung likuiditas dan pembentukan harga saham," ungkap Phintraco Sekuritas.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas memilih AMMN, TPIA, BRPT, COIN, dan CUAN sebagai saham pilihan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: