Jokowi Sebut Isu Ijazah Palsu Sudah Melenceng dari Tujuan Awal, Ada Agenda Terselubung Ini?
Kredit Foto: Istimewa
Ketua DPP PSI, Faldo Maldini, mengungkapkan pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan ijazah palsu yang kini tengah berproses secara hukum.
Faldo menyebut Jokowi telah berulang kali menyatakan bahwa isu ijazah palsu telah berkembang dan kini bukan lagi sekadar persoalan rasa ingin tahu publik.
Menurutnya, isu tersebut telah berkembang menjadi perdebatan yang berlarut-larut meskipun telah melalui proses hukum dan pemeriksaan oleh pihak berwenang, yakni Bareskrim Polri.
"Pak Jokowi kan berkali-kali bilang bahwa isu ini berkembang dari sekadar bertanya soal keaslian ijazah," kata Faldo, dikutip dalam tayangan kanal YouTube Kompas TV, dikutip Selasa (22/9).
Baca Juga: Mau Dipermalukan Secara Nasional, Ini Delapan Tuntutan Soal Gugatan Ijazah Gibran bin Jokowi di MK
Ia mengingatkan bahwa dalam persidangan terkait perkara tersebut juga telah disampaikan berbagai alat bukti yang menjadi bagian dari proses pembuktian.
"Itu telah disampaikan juga kemarin di sidang yang diadakan pekan ini bahwa memang ada 27 + 8 kalau enggak salah bukti-bukti yang dilakukan," ucapnya.
Menurut Faldo, kelompok Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi) yang mendesak Jokowi menunjukkan ijazah asli memang menganggap permintaan itu sederhana.
Namun, ia berpandangan langkah tersebut tidak lagi diperlukan karena dokumen yang dipersoalkan telah diperiksa langsung oleh tim forensik Polri.
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap dokumen fisik dan hasilnya menyatakan dokumen tersebut asli berdasarkan kajian ilmiah.
"Kalau seandainya Bonjowi memaksa Pak Jokowi untuk menunjukkan ijazah itu kan sebenarnya permintaannya tampak sederhana," kata Faldo.
"Itu sederhana sebenarnya, tapi sudah ada yang melakukan itu namanya forensik Polri yang sudah periksa fisik dokumennya (ijazah Jokowi) secara langsung dinyatakan asli scientifically," lanjutnya.
Faldo berpendapat hasil pemeriksaan forensik seharusnya menjadi dasar yang cukup untuk menjawab polemik yang selama ini berkembang.
Baca Juga: Bonjowi Sorot Inkonsistensi UGM, Dari Tanggal Ijazah hingga IPK Jokowi
Karena itu, ia menilai Jokowi tidak memiliki kewajiban untuk terus-menerus memenuhi tuntutan agar memperlihatkan ijazahnya kepada pihak-pihak yang masih meragukan keasliannya.
"Jadi enggak perlu dilakukan (Jokowi tunjukkan ijazah), karena itu pemeriksaan resmi negara," bebernya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: