Apple Kena Getah Krisis Memori, Harga iPhone Terancam Naik pada 2027
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Harga iPhone berpotensi kembali terdorong pada 2027 seiring kenaikan biaya komponen memori yang digunakan Apple. Tekanan terutama berasal dari DRAM dan NAND yang pasokannya semakin ketat di tengah tingginya permintaan industri kecerdasan buatan (AI).
Melansir Gizmochina pada Selasa (22/9/2026), Apple dilaporkan telah mencapai kesepakatan harga baru dengan Samsung untuk pasokan DRAM dan NAND. Harga baru tersebut disebut mulai berlaku pada kuartal I 2027. Laporan serupa mengenai harga memori Apple-Samsung juga telah muncul dari sejumlah media teknologi.
Untuk komponen LPDDR5X RAM, Apple dikabarkan akan membayar hampir US$2 per gigabit atau sekitar Rp35.306 per gigabit. Angka tersebut meningkat dari sekitar US$1,5 atau Rp26.480 per gigabit pada kuartal III 2026.
Dengan demikian, harga LPDDR5X RAM dilaporkan naik sekitar 33%.
Kenaikan juga terjadi pada komponen penyimpanan NAND. Harganya dilaporkan mencapai sekitar US$0,33 atau Rp5.825 per gigabit, dibandingkan sekitar US$0,26 atau Rp4.586 per gigabit pada kuartal III 2026. Kenaikan tersebut setara sekitar 27%.
Kenaikan harga komponen tersebut belum otomatis berarti Apple akan membebankan seluruh tambahan biaya kepada konsumen melalui harga jual iPhone. Strategi harga Apple untuk 2027 masih belum dipastikan.
Tekanan biaya memori terjadi ketika pasar global menghadapi pasokan yang semakin ketat. TechInsights mencatat biaya memori per gigabit telah meningkat tajam sejak 2025 dan memperkirakan harga masih bergerak naik hingga 2027.
Permintaan dari industri AI menjadi salah satu faktor yang memperketat pasar. Pembangunan pusat data untuk menjalankan berbagai aplikasi AI meningkatkan kebutuhan terhadap HBM, DRAM, dan NAND, sementara kapasitas produksi harus dibagi antara kebutuhan pusat data dan perangkat konsumen.
TrendForce sebelumnya juga memperkirakan harga kontrak DRAM konvensional meningkat 13%-18% secara kuartalan pada kuartal III 2026, sedangkan harga NAND Flash diproyeksikan naik 10%-15%. Lembaga riset tersebut menyebut permintaan server AI tetap menjadi salah satu penopang pasar memori.
Baca Juga: Beli iPhone 18 Pro dari Luar Negeri, Siap-siap Bayar Pajak Rp5 Juta
Baca Juga: Kemenperin Ungkap iPhone 18 Pro hingga iPhone Lipat Sudah Kantongi TKDN 40 Persen
Baca Juga: Harga iPhone 17 Malah Naik Usai Apple Luncurkan iPhone 18
Bagi produsen smartphone, kenaikan harga memori menambah tekanan terhadap struktur biaya perangkat. TechInsights memperkirakan tren kenaikan biaya memori masih berlanjut setelah peluncuran iPhone 18 dan memasuki 2027.
Dengan kondisi tersebut, kenaikan biaya DRAM dan NAND menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan Apple terkait konfigurasi perangkat, pengadaan komponen, dan strategi harga iPhone pada 2027.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: