Surya Paloh Usul Ambang Batas Naik 7%, Wasekjen PSI: Pasti Sadar Nggak Akan Cukup Jegal Kami!
Kredit Foto: Monologue TV
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PSI, Dedek Prayudi, meyakini usulan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, untuk menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 7 persen dalam revisi Undang-Undang Pemilu bukan ditujukan untuk menghalangi PSI.
Menurut Dede, Surya Paloh memahami bahwa ambang batas 7 persen tidak akan cukup untuk menjegal PSI dalam kontestasi politik mendatang.
Baca Juga: Golkar Didesak Bersih-bersih Kader Korupsi, Azis Samual Sekaligus Dorong Prabowo Lanjut hingga 2029
"Saya percaya bahwa bang Surya Paloh mengusulkan ambang batas Parlemen 7% bukan untuk menjegal PSI. Beliau pasti sadar betul 7% itu gak akan cukup buat jegal PSI," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (23/9).
Sebelumnya, Surya Paloh mendorong kenaikan ambang batas parlemen menjadi 7 persen dalam revisi Undang-Undang Pemilu.
Menurut Paloh, kenaikan batas minimal suara nasional diperlukan untuk menyederhanakan jumlah partai politik yang berada di parlemen. Dengan jumlah partai yang lebih sedikit, proses pengambilan keputusan dan jalannya pemerintahan dinilai bisa berlangsung lebih efektif.
"Karena memang pertimbangan kita adalah selected partai. Lebih sedikit partai untuk mengatur lalu lintas jalannya demokrasi di negeri ini, menurut pandangan kami," ujar Paloh di NasDem Tower, Jakarta.
Paloh berpandangan bahwa sistem kepartaian yang terlalu banyak dapat membuat proses politik dan pemerintahan menjadi kurang optimal. Karena itu, NasDem mengusulkan penyederhanaan partai dilakukan secara alamiah melalui kenaikan parliamentary threshold.
Meski menyadari pandangan tersebut belum tentu disetujui semua partai, Paloh menilai langkah itu tetap layak diperjuangkan demi kepentingan yang lebih luas.
Menariknya, Paloh mengakui sejumlah survei terbaru menunjukkan elektabilitas NasDem masih berada di kisaran 4 persen. Angka tersebut berada di bawah usulan ambang batas 7 persen yang diajukan partainya.
Namun demikian, ia menegaskan NasDem siap menerima konsekuensi politik apabila usulan tersebut benar-benar diterapkan.
Baca Juga: Elektabilitas Cuma 2%, Dedi Mulyadi Tak Butuh Gibran di Pilpres 2029
Menurut Paloh, kepentingan nasional harus ditempatkan di atas kepentingan partai politik. Karena itu, NasDem tetap mengusulkan angka 7 persen meski berpotensi merugikan partainya sendiri.
"Ya itulah bagian daripada keinginan kita mementingkan kepentingan nasional lebih besar daripada kepentingan partai," katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: