Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BGN Diminta Eling, Jangan Salahkan Guru Apalagi Robot Soal Kasus Keracunan MBG

        BGN Diminta Eling, Jangan Salahkan Guru Apalagi Robot Soal Kasus Keracunan MBG Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengenai akun robot yang disebut banyak mengkritik kebijakan pemerintah mendapat respons dari kalangan pendidik. Salah satunya adalah Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Haeri.

        Iman meminta sosok tersebut tidak menjadikan guru maupun akun robot sebagai sasaran ketika menghadapi kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

        Baca Juga: Sudaryono: Pak Prabowo Tidak Takut Siapapun, Kita Mulai Lawan Itu Hak Asasi Robot dari Jawa Tengah

        Ia menegaskan kritik yang disampaikan guru seharusnya dipandang sebagai masukan untuk memperbaiki kebijakan, bukan langsung dicurigai sebagai bagian dari operasi akun palsu.

        "Selamat pagi Sudaryono. Ketahuilah, kritik terhadap pemerintah itu, bermanfaat bagi pemerintah untuk mencegah persoalan menjadi lebih besar. Dan ketahuilah, saya bukan robot," kata Iman Zanatul Haeri, dikutip Rabu (23/9/2026).

        Pernyataan Iman tersebut merespons pidato Sudaryono di Rakorda Partai Gerindra Jawa Tengah. Sudaryono diketahui menuding sebagian besar akun yang aktif menyebarkan kritik terhadap Prabowo bukan merupakan akun pengguna asli.

        Iman kemudian mengarahkan kritiknya secara langsung kepada Sudaryono. Ia meminta politikus itu tidak menyalahkan guru maupun akun robot ketika menghadapi persoalan dalam pelaksanaan dari MBG.

        "Saran saya, jika tidak sanggup menghentikan racun makan bergizi gratis, bertanggung jawab atas masalah MBG. Tidak perlu menyalahkan guru dan menyalahkan robot. Masalah itu ada di dalam, selesaikan," tandas Iman.

        Menurutnya, kritik mengenai makan bergizi gratis seharusnya dijawab dengan penyelesaian terhadap persoalan yang muncul di lapangan.

        Terlebih, program tersebut menyangkut makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak sekolah. Ketika muncul kasus keracunan, perhatian publik terhadap kualitas makanan, pengawasan, distribusi, hingga tata kelola program menjadi sesuatu yang wajar.

        Iman menilai pemerintah perlu lebih fokus menyelesaikan persoalan substantif daripada mencari pihak yang dianggap berada di balik kritik.

        Sebelumnya, Sudaryono mengatakan media sosial kini menjadi salah satu arena utama pembentukan opini publik.

        Ia mengklaim lebih dari separuh akun yang membentuk percakapan di media sosial bukan merupakan pengguna asli.

        "Namun sekarang ini, mungkin 60 persen lebih itu isinya bukan orang. sehingga apa yang rame di masyarakat kita ini kemudian ditentukan oleh yang bukan orang. Hari ini yang namanya robot, akun palsu ini, itu kemudian menguasai topik yang ingin mereka naikkan," ungkap Sudaryono.

        Menurutnya, akun robot tersebut bahkan digunakan untuk mendorong narasi negatif terhadap pemerintahan Prabowo.

        "Jadi Pak Prabowo dihujat itu, yang menghujat sebetulnya adalah bukan orang, tapi orang kemudian karena ramai dia ikut menghujat," sebutnya.

        Sudaryono juga menuding akun-akun tersebut dikendalikan oleh oligarki dan koruptor yang disebut tidak menginginkan Prabowo terus memimpin Indonesia.

        Baca Juga: Mahfud Diajak Gugat Gibran oleh Denny Indrayana: Kalau Saya Ikut Mendorong, Nilai Gugatannya Jadi...

        "Dan semua robot-robot itu, itu semua dikendalikan oleh oligarki, koruptor-koruptor yang tidak menginginkan Pak Prabowo itu kemudian terus bisa memimpin bangsa ini," tandasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: