Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lapas Cibinong Diduga Sediakan Fasilitas Mewah, Ombudsman Sempat Dipersulit Masuk

        Lapas Cibinong Diduga Sediakan Fasilitas Mewah, Ombudsman Sempat Dipersulit Masuk Kredit Foto: YouTube/LapasKelasIIACibinong
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ombudsman RI menemukan sejumlah bangunan dengan fasilitas menyerupai hunian pribadi di bagian belakang Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Temuan tersebut diperoleh saat inspeksi mendadak kedua Ombudsman pada 2026.

        Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin menyebut fasilitas di lokasi tersebut cukup lengkap, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas hingga perlengkapan memasak.

        “Bagus, bagus sekali. Standar apartemen. Artinya walaupun kecil-kecil, kelengkapannya semua ada. Kelengkapan alat rumah tangga semua ada,” kata Fikri.

        Temuan itu muncul setelah tim Ombudsman sempat menghadapi hambatan ketika hendak masuk ke area lapas. Pada sidak sebelumnya yang berlangsung Juli 2026, Ombudsman juga mengaku tidak diperbolehkan masuk untuk melakukan pemeriksaan.

        Situasi serupa kembali terjadi pada sidak kedua. Tim Ombudsman disebut sempat terlibat cekcok dan aksi saling dorong dengan petugas keamanan hingga salah satu petugas Ombudsman mengalami kaki terjepit.

        Setelah berhasil masuk, Ombudsman menemukan lebih dari 10 kamar atau bangunan di sejumlah titik kawasan belakang lapas. Sekitar enam hingga tujuh orang yang diduga warga binaan juga ditemukan berada secara terpisah, meski identitas dan status mereka belum dipastikan seluruhnya.

        Fikri mempertanyakan alasan timnya sampai dua kali mengalami hambatan untuk melakukan pengawasan. Ia mengatakan keberadaan sejumlah bangunan dengan fasilitas lengkap justru ditemukan setelah tim dapat memasuki kawasan tersebut.

        “Tentu kami semakin bertanya, ada apa kok kami dihalang-halangi. Setelah ketemu di sana, ternyata banyak sekali rumah yang diduga narapidana ada di dalam sana,” ujarnya.

        Anggota Ombudsman lainnya, Syafrida Rachmawati Rasahan, mengatakan pihak lapas menyebut bangunan tersebut sebagai tempat istirahat petugas. Namun, Ombudsman mempertanyakan keterangan tersebut karena fasilitas yang ditemukan dinilai tidak sesuai dengan fungsi yang disampaikan.

        “Pengakuannya tadi untuk petugas, tapi secara fasilitas itu bukan untuk petugas, saya bisa pastikan,” ujarnya.

        Bangunan yang ditemukan berada di sekitar rumah dinas kepala lapas dan sebagian disebut berukuran menyerupai rumah tipe 36. Ombudsman juga menemukan minuman beralkohol di salah satu kulkas serta sejumlah botol di tempat pembuangan sampah, tetapi belum dapat memastikan pemiliknya.

        Baca Juga: Pungli dan Sewa Kamar Lapas Disorot DPR

        “Minuman keras itu bisa petugas, dugaan ya, bisa petugas atau bisa napi,” kata Syafrida.

        Syafrida menyebut Lapas Cibinong menjadi satu-satunya lapas yang dua kali menolak akses Ombudsman dalam kegiatan kunjungan maupun sidak. Ombudsman selanjutnya meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melakukan evaluasi terhadap kondisi di Lapas Cibinong.

        Hingga berita ini diturunkan, Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong Wisnu Hani Putanto belum memberikan tanggapan mengenai temuan fasilitas tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: