Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hasil Survei: Rakyat Tahu Gerindra Lihat Prabowo, PDIP Lihat Mega, Demokrat karena SBY, Golkar karena Pohon Beringin

        Hasil Survei: Rakyat Tahu Gerindra Lihat Prabowo, PDIP Lihat Mega, Demokrat karena SBY, Golkar karena Pohon Beringin Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Poltracking Indonesia merilis hasil survei nasional terbaru yang memotret peta elektoral dan dinamika persepsi masyarakat terhadap institusi partai politik.

        Survei yang dilaksanakan pada 14–20 Agustus 2026 ini menemukan bahwa figur calon legislatif (caleg) jauh lebih menentukan preferensi pemilih dibandingkan institusi partai politik itu sendiri.

        Berdasarkan temuan pertama Poltracking, tingkat kepercayaan publik terhadap keberadaan partai politik sebenarnya cukup positif, yakni berada di angka 49,7 persen berbanding 37,1 persen yang menyatakan tidak percaya.

        Kendati demikian, tingkat kedekatan emosional masyarakat terhadap partai politik sangat rendah. Hanya 12,3 persen publik yang merasa dekat dengan partai politik, sementara 66,8 persen lainnya menyatakan tidak dekat.

        Kondisi ini sejalan dengan perilaku memilih masyarakat pada Pemilu Legislatif (Pileg), di mana 53,3 persen pemilih cenderung memilih caleg berdasarkan figurnya, sementara hanya 24,7 persen yang menjatuhkan pilihan karena faktor partai politik.

        Efek Ekor Jas Minim, Mayoritas Tak Kenal Wakil Rakyatnya

        Survei ini juga menyoroti rendahnya pengaruh silang antara partai politik dan pasangan calon presiden (capres). Mayoritas publik (44,6 persen) menyatakan bahwa dukungan partai politik terhadap salah satu pasangan capres tidak memengaruhi pilihan mereka terhadap partai tersebut.

        Sebaliknya, 44,5 persen publik juga menegaskan bahwa arah dukungan partai tidak mengubah preferensi mereka terhadap sosok capres-cawapres tertentu.

        Hal krusial lain yang terekam adalah tingginya jarak antara pemilih dan wakil rakyat setelah pemilu usai. Sebanyak 57,6 persen responden mengaku tidak tahu atau tidak kenal dengan anggota DPR RI yang mewakili daerah pemilihannya.

        Tokoh Sentral Menjadi Identitas Utama Partai

        Dalam memori kolektif masyarakat (top of mind), citra partai politik di Indonesia masih sangat bergantung pada sosok tokoh sentral di dalamnya. Hal ini terlihat jelas dari respons publik ketika mendengar nama-nama partai tertentu:

        Gerindra: Identik dengan Prabowo Subianto (26,1%)

        PDI Perjuangan: Identik dengan Megawati Soekarnoputri (17,0%)

        Partai Demokrat: Identik dengan Susilo Bambang Yudhoyono (16,0%)

        Partai NasDem: Identik dengan Surya Paloh (11,0%)

        PAN: Identik dengan Zulkifli Hasan (2,8%)

        Sementara itu, untuk partai lainnya, memori publik lebih tertuju pada simbol atau basis massa. PKB paling kuat diasosiasikan dengan Nahdlatul Ulama (6,1%), Partai Golkar lekat dengan lambang pohon beringin (6,4%), dan PKS paling banyak diingat publik sebagai partai agamis (3,2%).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: