Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Belanja Negara 2027 Melebihi Rp4.000 Triliun, Pertama Kali dalam Sejarah RI

        Belanja Negara 2027 Melebihi Rp4.000 Triliun, Pertama Kali dalam Sejarah RI Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 diproyeksikan menembus Rp4.000 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyebut angka tersebut menjadi yang pertama kali terjadi dalam sejarah Indonesia.

        Suahasil mengatakan kenaikan belanja negara tersebut merupakan bagian dari desain kebijakan fiskal pemerintah untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027. APBN tidak hanya diarahkan untuk menghadapi gejolak ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong aktivitas ekonomi.

        “RAPBN 2027 kita desain sehingga kemungkinan besar ini pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia belanja negara melebihi 4.000 triliun. Dan ini bukan hanya sekedar belanja yang besar, tetapi juga adalah tanggungjawab yang besar,” kata Suahasil dalam forum bisnis, dikutip Jumat, (25/9/2026).

        Dalam rancangan tersebut, belanja negara 2027 ditetapkan sekitar Rp4.097,2 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pagu belanja negara dalam APBN 2026 yang berada di kisaran Rp3.842,7 triliun.

        Menurut Suahasil, besarnya APBN tidak berarti seluruh pertumbuhan ekonomi hanya akan ditopang pemerintah. APBN merupakan salah satu bagian dari keseluruhan perekonomian dan harus mampu menggerakkan sumber pertumbuhan lainnya.

        Suahasil mengatakan, dalam anggaran yang melebihi Rp 4.000 triliun, meliputi sejumlah program peningkatan produktivitas negara.

        “Program peningkatan produktivitas, program kesehatan, program pendidikan, program untuk memberikan perlindungan sosial, program untuk memastikan konektivitas infrastruktur.,” ujarnya.

        Disisi lain, Menkeu tersebut juga menjelaskan, untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 6%, pemerintah juga menargetkan pertumbuhan investasi sekitar 7% atau lebih pada 2027. Target tersebut menjadi salah satu bagian penting karena pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah.

        Suahasil mencatat investasi pada semester I 2026 telah tumbuh 6,87%. Sementara itu, pertumbuhan belanja pemerintah pada periode yang sama mencapai 15,97%.

        Baca Juga: Belanja Kementerian dan Lembaga Tembus Rp912 Triliun di Agustus, Naik 33% dari Tahun Lalu

        Baca Juga: Antam Siapkan Belanja Modal Rp6 Triliun di 2026 untuk Emas dan EV

        Di sisi fiskal, pemerintah juga tetap menjaga batas defisit. RAPBN 2027 dirancang dengan defisit sebesar 2,4% terhadap PDB, lebih rendah dibandingkan outlook defisit APBN 2026 yang diperkirakan mencapai 2,85% PDB.

        Suahasil menjelaskan kebijakan fiskal ke depan diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara, antara lain melalui peningkatan kepatuhan pajak, perluasan basis pajak, serta optimalisasi Coretax. Pada saat yang sama, belanja akan diarahkan lebih tajam agar memberikan dampak terhadap perekonomian.

        Hingga akhir Agustus 2026, realisasi pendapatan negara telah mencapai 65,2% dari target, sedangkan belanja negara mencapai 59,7% dari target. Defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93% terhadap PDB.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aryo Hadi Wibowo
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: