Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Emite Hary Tanoe (MSKY) Kembali Tersandung PKPU, Pendapatan Anjlok 40%

        Emite Hary Tanoe (MSKY) Kembali Tersandung PKPU, Pendapatan Anjlok 40% Kredit Foto: MNC
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) kembali menghadapi permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Kali ini, permohonan diajukan oleh rekanan bisnisnya, Ascot Group Holdings Ltd, melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 22 September 2026.

        Permohonan tersebut menambah tekanan terhadap keuangan MSKY. Per 30 Juni 2026, perseroan memiliki utang usaha kepada Ascot sebesar Rp67,13 miliar, sama seperti posisi akhir 2025. 

        Selain itu, MSKY juga tercatat memiliki utang kepada Sanremo Ventures Inc. sebesar Rp14,61 miliar per 30 Juni 2026. Pada akhir 2025, utang kepada Sanremo belum tercatat.

        Secara keseluruhan, utang usaha MSKY mencapai Rp331,94 miliar, terdiri dari Rp203,03 miliar kepada pihak berelasi dan Rp128,92 miliar kepada pihak ketiga. Permohonan dari Ascot juga bukan yang pertama, karena sebelumnya MSKY telah menghadapi permohonan PKPU dari Sanremo Ventures Inc.

        Tekanan terjadi saat kinerja MSKY masih belum pulih. Pada semester I-2026, perseroan mencatat rugi bersih Rp71,22 miliar. Meski membaik 50,9% dari rugi Rp144,91 miliar pada periode yang sama tahun lalu, MSKY masih membukukan kerugian.

        Pendapatan justru turun tajam 40,4% menjadi Rp120,04 miliar dari Rp201,38 miliar. Laba kotor juga merosot menjadi Rp15,54 miliar dari Rp31,77 miliar.

        Baca Juga: BEI Soroti Gerak Saham BABP, Ini Penjelasan Bank Milik Hary Tanoe

        Baca Juga: Franky Widjaja Mundur, Eks Bos MNC Jadi Presiden Komisaris DSSA

        Baca Juga: MNCN Lepas Bisnis Media ke Perusahaaan Milik Norman Joesoef yang Fokus Garap Ekosistem Pertahanan

        Dari sisi neraca, total liabilitas meningkat menjadi Rp546,77 miliar per 30 Juni 2026, dengan liabilitas jangka pendek mencapai Rp483,11 miliar. Di tengah kewajiban yang meningkat, kas dan setara kas justru anjlok menjadi hanya Rp2,39 miliar dari Rp12,66 miliar pada akhir 2025.

        Ekuitas MSKY juga turun menjadi Rp708,19 miliar dari Rp779,40 miliar.

        MSKY merupakan bagian dari Grup MNC. PT MNC Vision Networks Tbk menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 91,896%, sementara 8,104% saham dimiliki masyarakat. Entitas induk terakhir MSKY adalah PT MNC Asia Holding Tbk, dengan Hary Tanoesoedibjo sebagai pemegang saham pengendali.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: