Kredit Foto: Instagram/raffinagita1717
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan tiga saham emiten ke dalam radar pengawasan setelah menemukan indikasi Unusual Market Activity (UMA). Ketiganya adalah PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA), dan PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT).
Pengawasan terhadap ketiga saham tersebut mulai berlaku pada Senin (28/9/2026). Khusus VISI, BEI menyoroti kenaikan harga saham yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Sementara MSJA dan CMNT masuk radar karena terdapat indikasi pola transaksi yang tidak biasa.
VISI sendiri merupakan emiten yang mendapat dukungan dari pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Masuknya saham tersebut dalam pengawasan UMA membuat pergerakannya menjadi perhatian pelaku pasar.
Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan mengatakan, pengumuman UMA tidak serta-merta berarti telah terjadi pelanggaran terhadap peraturan pasar modal. Bursa masih mencermati perkembangan pola transaksi pada saham-saham tersebut.
"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham-saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksinya demi menjaga iklim perdagangan yang kondusif," ujar Endra dalam keterangan resminya.
Baca Juga: GOTO Ambruk dari Gocap, Saham Terjun Bebas ke Rp43
Baca Juga: Kiamat Gocap! 4 Saham Grup MNC Milik Hary Tanoe Ambruk hingga ARB
Baca Juga: BEI Rombak Papan Pemantauan Khusus, 92 Saham Langsung Keluar
2 Saham Kompak Melemah
Masuknya VISI, MSJA, dan CMNT ke dalam radar BEI turut membayangi pergerakan saham ketiganya pada perdagangan Senin pagi. Hingga pukul 11.25 WIB, dua saham berada di zona merah.
Saham VISI turun 35 poin atau 2,5% ke Rp1.350 per saham. MSJA melemah 5 poin atau 0,58% menjadi Rp860 per saham, sedangkan CMNT stagnan di level Rp750 per saham.
Dia mengingatkan investor untuk mencermati risiko fluktuasi harga sebelum mengambil keputusan investasi. Pelaku pasar juga diminta memperhatikan jawaban dan keterbukaan informasi dari emiten terkait, termasuk laporan keuangan serta perkembangan aksi korporasi yang belum memiliki jadwal pasti.
Bursa menegaskan, informasi dan respons dari perusahaan tercatat perlu menjadi salah satu bahan pertimbangan investor dalam mencermati perkembangan saham yang tengah berada dalam pengawasan UMA.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan