Kredit Foto: Unsplash/Mufid Majnun
Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) membeberkan polemik seputar ijazah. Lembaga itu mengingatkan agar ijazah dunia tidak dikejar terus-menerus, melainkan perlu diimbangi dengan ijazah dari Tuhan.
“Bukan cuma ijazah sekolah yang diburu, ijazah jalur langit juga kudu diseriusin,” kata GP Ansor.
Apa itu Ijazah di NU?
Menurut, GP Ansor, ijazah berasal dari bahasa Arab yang berarti mengizinkan atau memperbolehkan. Dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren, ijazah adalah izin spiritual yang diberikan guru kepada muridnya untuk mengajarkan suatu ilmu, doa, atau kitab tertentu.
KH A. Mustofa Bisri, yang karib disapa Gus Mus, pernah gemas dengan fenomena santri yang hobi berburu ijazah tapi malas belajar. Beliau justru menganjurkan:
“Sudah, istiqomahin baca wirid ba’da shalat maktubah itu dan doakan kedua orang tuamu,” wejangan Gus Mus.
Namun, untuk persoalan nikah, Gus Mus sangat mendukung. Dalam urusan ini, beliau memberi ijazah yang sudah mashur tersebar di mana-mana, yakni membaca Surat Thaha ayat 39: "Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang dari-Ku dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku"
"Dibaca sekuat-kuatnya, semampunya, setiap hari," jelasnya.
Program Nasyrus Sanad NU
NU memiliki program bernama Nasyrus Sanad yang dimulai di Pesantren Tebuireng pada tahun 2025. Langkah ini merawat pesan Mbah Moen:
“Agar pesantren langgeng, sambungkan sanadmu ke Tebuireng, pada Hadratussyaikh.”
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: