Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rangkap Dua Jabatan, Harta Bahlil Tembus Ratusan Miliar dan Ini Isi Garasinya

        Rangkap Dua Jabatan, Harta Bahlil Tembus Ratusan Miliar dan Ini Isi Garasinya Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dua jabatan strategis kini berada di tangan Bahlil Lahadalia. Selain tetap menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil baru dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

        Di tengah penugasan tersebut, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Bahlil mencatat hanya dua kendaraan dalam daftar harta bergeraknya, yakni Toyota Harier keluaran 2007 dan Honda CR-V tahun 2010.

        Berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada 31 Maret 2026, total harta kekayaan Bahlil tercatat sebesar Rp344,42 miliar.

        Untuk kendaraan, dua mobil tersebut memiliki nilai yang dilaporkan sebesar Rp75,28 juta. Rinciannya, Toyota Harier 2007 senilai Rp44,22 juta dan Honda CR-V 2010 senilai Rp31,06 juta.

        Kedua kendaraan tersebut tercatat diperoleh dari hasil sendiri. Tidak ada kendaraan lain yang tercantum dalam daftar alat transportasi dan mesin Bahlil pada laporan tersebut.

        Adapun jabatan baru Bahlil resmi bertambah setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Dalam pelantikan yang sama, Bahlil tetap menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM.

        Baca Juga: Satu-satunya di Kabinet, Bahlil Lahadalia Rangkap Jabatan Menko Hilirisasi Sekaligus Menteri ESDM

        Bahlil mengatakan penugasan tersebut merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan. Ia juga menjelaskan bahwa pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi berkaitan dengan agenda pemerintah di sektor hilirisasi dan transisi energi.

        Menurut Bahlil, koordinasi kementerian koordinator tersebut untuk sementara berpusat di Kementerian ESDM. Ia menyebut besarnya porsi investasi hilirisasi yang berkaitan dengan sektor ESDM menjadi salah satu pertimbangannya.

        "Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat tahap perkembangan. karena saya melihat bahwa fokus kita kan Hilirisasi, dari total investasi 100 persen, 90 persennya itu ada di sektor ESDM," kata Bahlil.

        Dalam struktur pemerintahan yang baru, Kementerian Investasi dan Hilirisasi tetap menjadi kementerian teknis, tetapi berada dalam koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

        "Kalau Menko kan Kemenko aja, Menteri Koordinator. Sementara Menteri Investasi dan Hilirisasi kan dia Menteri Teknis. Jadi kementeriannya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi itu di dalam koordinasi Kemenko," ujar Bahlil.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: