Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Inflasi 3,28%, Wamenkeu Pede Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga

        Inflasi 3,28%, Wamenkeu Pede Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga Kredit Foto: Aryo Hadi Wibowo
        Warta Ekonomi, Bogor -

        Baca Juga: Luky Alfirman Jadi Wamenkeu Usai Dicopot Purbaya, Eks Stafsus Sri Mulyani: Ampunilah Mereka

        Baca Juga: Pasokan Pangan Tertekan, Inflasi Jabar Capai 3,16% pada September 2026

        Baca Juga: Inflasi September Tembus 3,28 Persen, Kelompok Makanan dan Minuman Beri Andil Besar

        Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung menilai, inflasi sebesar 3,28% masih menunjukkan kondisi perekonomian yang terjaga. Inflasi yang terkendali dinilai turut memberikan ruang bagi daya beli masyarakat untuk tetap bertahan.

        Menurutnya, stabilitas harga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga aktivitas konsumsi masyarakat. Ketika kenaikan harga masih terkendali, masyarakat memiliki ruang untuk tetap memenuhi kebutuhan barang dan jasa.

        “Jadi perekonomiannya terjaga, inflasi terjaga. Malah inflasi ini kita harapkan nanti memberikan signal kepada dunia usaha untuk melanjutkan proses produksi,” kata Juda dalam paparan APBN dalam acara media gathering di Bogor, dikutip Sabtu, (3/10/2026).

        Ia mengatakan kondisi daya beli masyarakat juga berkaitan dengan keberlangsungan aktivitas dunia usaha. Konsumsi yang tetap berjalan akan menjaga permintaan terhadap barang dan jasa sehingga pelaku usaha memiliki ruang untuk melanjutkan produksi.

        Di sisi lain, peningkatan produksi dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan barang dan jasa tetap mampu memenuhi permintaan masyarakat. Keseimbangan antara permintaan dan pasokan menjadi bagian penting dalam menjaga tekanan harga.

        Juda berharap kondisi inflasi yang terjaga dapat menjadi sinyal positif bagi dunia usaha untuk kembali meningkatkan aktivitas produksi. Dengan produksi yang bergerak, aktivitas ekonomi di berbagai sektor juga dapat ikut terdorong.

        “Bersama-sama dengan PMI melanjutkan proses produksi, memproduksi barang dan jasa,” ujarnya.

        Menurutnya, menjaga daya beli tidak hanya berkaitan dengan kemampuan masyarakat berbelanja, tetapi juga dengan bagaimana aktivitas ekonomi terus menciptakan pendapatan. Karena itu, keberlanjutan produksi dunia usaha menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga perputaran ekonomi.

        Kondisi tersebut pada akhirnya diharapkan dapat membuat konsumsi masyarakat dan produksi dunia usaha bergerak beriringan. Konsumsi menjaga permintaan, sementara produksi memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia.

        Dengan inflasi sebesar 3,28% yang dinilai masih terkendali, dia berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan dunia usaha memiliki ruang untuk melanjutkan produksi. Kombinasi keduanya menjadi salah satu penopang agar momentum pertumbuhan ekonomi tetap berjalan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aryo Hadi Wibowo
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: