Operasi Penyelaman Korban KM Virgo Transport 8 Resmi Dihentikan, Basarnas Alihkan Fokus Pencarian ke Perairan Tiga Provinsi
Kredit Foto: Ist
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menghentikan operasi penyelaman bawah air untuk mencari korban kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 yang masih hilang. Decision tersebut diambil lantaran kondisi jasad korban yang kian terurai serta risiko keselamatan para penyelam di dalam bangkai kapal.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa pada masa awal operasi SAR, kondisi korban di dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk dievakuasi hingga ke permukaan air secara utuh.
"Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung, sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut," ujar Syafii dalam konferensi pers operasi SAR hari ke-21 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Namun, memasuki pekan ketiga, struktur kapal dilaporkan makin labil dan kondisi fisik jasad korban mengalami perubahan signifikan.
"Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang," tegasnya.
Syafii memaparkan bahwa kemampuan maksimal tim penyelam telah dikerahkan, termasuk menyisir berbagai sudut kapal. Namun, dalam tiga hari terakhir, penyelam sudah tidak lagi menemukan korban.
Meskipun masih ada area yang belum terjangkau seperti bagian lambung kiri, kondisi interior kapal yang terombang-ambing amat membahayakan keselamatan personel SAR. Oleh karena itu, Basarnas mendesak pihak pemilik kapal untuk segera melakukan salvage atau pengangkatan bangkai kapal dari dasar laut.
Pengangkatan badan kapal diharapkan mampu mempermudah proses evakuasi sisa korban yang disinyalir masih terjebak di dalam ruangan kapal.
Kendati operasi penyelaman dihentikan, Basarnas memastikan bahwa operasi pencarian korban tidak ditutup sepenuhnya. Berdasarkan hasil evaluasi, strategi pencarian kini difokuskan pada penyisiran permukaan air laut untuk mengantisipasi korban yang terbawa arus perairan.
Area perluasan penyisiran mencakup tiga wilayah perairan provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat.
Berdasarkan pembaruan data hingga hari ke-22 operasi SAR pada Minggu pukul 17.30 WITA, total manifest KM Virgo Transport 8 tercatat sebanyak 243 orang.
Sebanyak 190 orang telah ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia, sementara 53 korban lainnya masih dalam pencarian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: