Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AS-Israel Tuduh Iran dalam Drama FlyDubai, Ini Keanehan Menurut Pakar

        AS-Israel Tuduh Iran dalam Drama FlyDubai, Ini Keanehan Menurut Pakar Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Penerbangan FlyDubai FZ1073 rute Dubai-Tel Aviv mengalami situasi darurat pada 30 September 2026 hingga harus dialihkan ke Tabuk, Arab Saudi. Pesawat yang membawa 174 penumpang itu dilaporkan mengalami insiden di dalam kokpit yang melibatkan kopilot dan kapten pilot.

        Peristiwa tersebut kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan di kalangan pengamat dan komunitas penerbangan. Melansir The Print India, beberapa aspek teknis dalam penerbangan FZ1073 dinilai masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

        Salah satunya terkait penurunan pesawat. Data Flightradar24 menunjukkan FZ1073 turun dari ketinggian 30.875 kaki menjadi 16.750 kaki hanya dalam 29 detik. Artinya, pesawat kehilangan ketinggian sekitar 14.125 kaki dalam waktu sangat singkat.

        Narasi resmi pemerintah Israel menyebut penurunan tersebut terjadi setelah kopilot asal Oman menyerang pilot asal India. Namun, pengamat penerbangan menilai data pelacakan penerbangan saja belum cukup untuk menjelaskan apa yang terjadi di dalam kokpit. Data penerbangan yang lebih lengkap diperlukan untuk mengetahui rangkaian kejadian tersebut.

        Perubahan kode transponder juga menjadi perhatian. FZ1073 sempat mengirimkan kode 7700 yang menunjukkan keadaan darurat umum. Kode tersebut kemudian berubah menjadi 7500 yang menandakan gangguan melawan hukum atau pembajakan, sebelum kembali menjadi 7700 menjelang pendaratan di Tabuk.

        Pertanyaan lain muncul mengenai siapa yang mengendalikan pesawat setelah sempat menukik dan kemudian kembali naik. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya memuji penumpang bernama Yaniv Hayoun yang disebut membantu mengendalikan pesawat. Namun, laporan lain menyebut seorang pilot FlyDubai yang sedang tidak bertugas kemudian mengambil alih kendali.

        Setelah mendarat, kerusakan pada bagian rudder atau sirip vertikal ekor pesawat juga menjadi sorotan. Kerusakan tersebut dapat memengaruhi kemampuan pesawat untuk berbelok, meski pesawat masih memiliki permukaan kendali lainnya.

        Baca Juga: Trump Kembali Gertak Iran, Ancam Gerakan Militer Lagi

        Kecepatan pesawat saat menukik turut dipertanyakan. Data penerbangan menunjukkan kecepatannya meningkat dari sekitar 411 knot menjadi 600 knot. Untuk mengetahui apakah kondisi tersebut dapat dijelaskan secara teknis, diperlukan data lebih lengkap mengenai konfigurasi pesawat, sudut penurunan, posisi kendali penerbangan, dan kondisi mesin.

        Meski mengalami penurunan drastis dan kerusakan pada bagian ekor, Boeing 737 Max 8 tersebut akhirnya tetap dapat mendarat. Kondisi ini juga menjadi pembahasan di kalangan komunitas penerbangan.

        Sementara itu, Donald Trump menyatakan kopilot pesawat kemungkinan memiliki kaitan dengan Iran. Namun, Benjamin Netanyahu sebelumnya mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan keterlibatan Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: