Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada perdagangan Senin (5/10/2026). Sempat berada di zona merah dan turun hingga level 6.019,84, IHSG akhirnya ditutup menguat tajam.
IHSG berakhir di level 6.118,86, naik 81,97 poin atau 1,36% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat tertekan hingga menyentuh level terendah 6.019,84. Namun, tekanan tersebut berhasil diredam dan indeks berbalik arah hingga mencapai level tertinggi 6.119,22.
Penguatan IHSG juga didukung mayoritas saham yang bergerak positif. Sebanyak 526 saham menguat, sedangkan 153 saham melemah dan 114 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan saham juga cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 40,70 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,78 triliun. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,63 juta kali.
Sebelumnya, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata menyatakan pergerakan IHSG masih berada dalam kondisi yang rawan pada Senin (5/10/2026). Meski sempat memantul dari area 6.000, indeks belum sepenuhnya keluar dari tekanan dan masih berisiko kembali ke bawah level tersebut.
Dia menyebut ruang penguatan IHSG baru terbuka lebih lebar jika indeks mampu melewati 6.095. Setelah itu, IHSG perlu menembus rentang 6.111-6.121 untuk memperkuat momentum kenaikan.
Namun, skenario berbeda bisa terjadi jika IHSG kembali terkoreksi. Menurut Liza, indeks akan menguji area 5.979-5.973. Apabila support tersebut gagal bertahan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan hingga 5.898.
“Jika IHSG berpeluang kembali menguat, IHSG menguji 6.095, kemudian 6.111-6.121. Sebaliknya jika kembali melemah, IHSG rentan kembali ke support 5.979/5.973 dan break level tersebut dapat membuka ruang penurunan menuju 5.898,” kata Liza dalam keterangannya.
Secara teknikal, Liza mencatat IHSG sudah menunjukkan rebound, tetapi tren utamanya masih berada dalam fase penurunan. Sementara indikator RSI (14) telah naik ke level 30.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat 0,30%, Naik ke Level 6.055,26
Baca Juga: IPO 2026 di BEI Masih Sepi: Baru 7 Perusahaan yang Melantai
Baca Juga: BEI Pantau Ketat Gerak Saham Bioskop CGV (BLTZ), Kenapa?
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda juga melihat IHSG berpeluang bergerak konsolidatif setelah berhasil memantul dari sekitar 6.000. Meski demikian, arah penguatan masih membutuhkan konfirmasi dari pergerakan berikutnya.
Reza menempatkan area 6.000-5.854 sebagai support IHSG, sedangkan resistance berada di kisaran 6.100-6.110.
"Jika indeks berhasil melewati 6.110, peluang terjadinya technical rebound lanjutan semakin terbuka," jelas Reza.
Selain faktor teknikal, perhatian investor juga tertuju pada sejumlah agenda ekonomi AS.
"Pasar akan menunggu rilis ISM Services pada Senin, Fed Minutes pada Rabu, serta data jobless claims yang dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed," ungkap Reza.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: