Kredit Foto: Istimewa
PT Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) resmi mengoperasikan fasilitas produksi baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan memperkuat kapasitas dan kapabilitas manufaktur di Indonesia sekaligus mendukung pengembangan bisnis di pasar regional.
Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 55.000 meter persegi itu memiliki nilai investasi sekitar Rp500 miliar. Pembangunannya dimulai melalui groundbreaking pada Agustus 2025 dan selesai sesuai rencana untuk mulai beroperasi pada 6 Oktober 2026.
Fasilitas tersebut diperkirakan menyerap sekitar 500 tenaga kerja. Kehadirannya juga memperluas kemampuan produksi Godrej di Indonesia dengan mendekatkan kegiatan manufaktur kepada konsumen.
“Peresmian fasilitas produksi di Kendal merupakan langkah penting dalam memperkuat kemampuan manufaktur kami di Indonesia. Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam pertumbuhan bisnis Godrej, dan kehadiran fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk memperkuat kegiatan produksi sekaligus memberikan dampak positif bagi Kabupaten Kendal,” ujar CEO PT Godrej Consumer Products Indonesia Rajesh Sethuraman.
Menurut Rajesh, Indonesia merupakan salah satu pasar penting bagi Godrej. Perusahaan melihat potensi pertumbuhan yang kuat untuk terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Executive Director KEK Kendal Juliani Kusumaningrum mengatakan, beroperasinya fasilitas Godrej turut menunjukkan semakin beragamnya kegiatan manufaktur di kawasan tersebut.
“Peresmian pabrik Godrej menunjukkan bahwa Kendal semakin dipercaya sebagai lokasi produksi oleh perusahaan dengan jaringan bisnis global,” kata Juliani.
Menurut dia, realisasi fasilitas produksi tersebut menunjukkan kemampuan KEK Kendal dalam mendukung perusahaan, mulai dari pembangunan fasilitas hingga pelaksanaan kegiatan manufaktur dan pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
Kehadiran Godrej juga diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah melalui penyerapan tenaga kerja, aktivitas industri, serta keterlibatan dalam rantai pasok.
Godrej Consumer Products memiliki perjalanan bisnis yang dimulai sejak 1897. Perusahaan FMCG tersebut saat ini menjangkau lebih dari 1,4 miliar konsumen di lebih dari 85 negara, dengan kegiatan usaha di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Bisnis Godrej mencakup kategori home care, personal care, dan hair care. Di Indonesia, perusahaan mulai beroperasi pada 2010 melalui akuisisi PT Megasari Makmur.
Lebih dari 15 tahun menjalankan bisnis di Indonesia, produk Godrej disebut telah menjangkau sekitar satu dari empat rumah tangga di Tanah Air. Portofolionya antara lain mencakup HIT, Stella, Mitu, dan NYU.
HIT menempati posisi nomor satu di kategori household insecticides, sementara Stella menjadi salah satu pemimpin kategori air care dan Mitu memimpin kategori baby wipes.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, fasilitas baru di Kendal juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasionalnya.
Langkah tersebut sejalan dengan agenda Good & Green Godrej yang mencakup pengembangan produk dan kemasan yang lebih berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Di fasilitas Kendal, Godrej juga akan menjalankan program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap wilayah sekitar.
Dengan beroperasinya fasilitas baru tersebut, Godrej memperluas kapasitas manufakturnya di Indonesia. Bagi KEK Kendal, kehadiran Godrej turut memperkuat posisi kawasan sebagai pusat manufaktur bagi perusahaan multinasional yang menjalankan kegiatan produksi di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: