Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menperin Bongkar Masalah Tekstil RI: Mesin Produksi Sudah Berusia 20 Tahun

        Menperin Bongkar Masalah Tekstil RI: Mesin Produksi Sudah Berusia 20 Tahun Kredit Foto: Dok. Panpel
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Industri tekstil nasional menghadapi persoalan mesin produksi yang sudah berusia tua. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat kondisi mesin di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) rata-rata telah berusia lebih dari 20 tahun.

        Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengatakan kondisi tersebut perlu segera ditangani karena berpengaruh terhadap produktivitas dan daya saing industri tekstil nasional.

        “Permasalahan mesin-mesin industri tekstil yang sudah tua harus segera ditangani. Tanpa modernisasi, industri kita akan semakin sulit bertahan dan bersaing dengan negara lain, khususnya Tiongkok, yang telah menggunakan teknologi produksi lebih maju,” ujar Sarmuji di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

        Menurutnya, modernisasi mesin menjadi salah satu langkah yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri. Namun, proses tersebut perlu dilakukan secara terencana agar tidak mengganggu kegiatan produksi maupun penyerapan tenaga kerja.

        Kemenperin, bilang dia, sudah menyiapkan sejumlah instrumen untuk mendukung pembaruan mesin dan peralatan industri TPT. Salah satunya melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan, selain Kredit Industri Padat Karya (KIPK) serta penguatan akses pembiayaan.

        Langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga keberlangsungan industri padat karya. Sektor TPT, kulit, dan alas kaki menjadi salah satu kelompok industri yang diprioritaskan karena memiliki kontribusi terhadap ekspor sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

        "Khusus industri TPT, jumlah tenaga kerja ditargetkan meningkat dari 3,95 juta orang pada 2026 menjadi 4,07 juta orang pada 2029," ungkap dia.

        Baca Juga: Rumput Laut Terancam Cuma Jadi Komoditas, Menperin Dorong Hilirisasi

        Baca Juga: Menperin Sarmuji Bidik Legacy Besar, Tak Mau Kinerjanya Biasa-Biasa Saja

        Di tengah kebutuhan modernisasi tersebut, industri tekstil masih mencatatkan pertumbuhan. Pada kuartal II-2026, industri tekstil dan pakaian jadi tumbuh 6,36 persen. Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki bahkan tumbuh 11,30 persen.

        Sarmuji mengatakan peningkatan produktivitas industri menjadi bagian penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.

        Untuk itu, modernisasi mesin tidak hanya diarahkan untuk mengganti peralatan yang sudah tua, tetapi juga memastikan industri mampu meningkatkan efisiensi dan mempertahankan kapasitas produksi serta tenaga kerja.

        Kemenperin juga menyiapkan perlindungan pasar domestik dan dukungan pembiayaan sebagai bagian dari upaya memperkuat industri padat karya di tengah persaingan produk impor.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: