Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        52 Investor Global Masuk Ekosistem Nikel Maluku Utara

        52 Investor Global Masuk Ekosistem Nikel Maluku Utara Kredit Foto: Dok. BPMI
        Warta Ekonomi, Maluku Utara -

        CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan Kawasan Industri Weda Bay (IWIP) di Maluku Utara telah menarik minat investor global untuk membangun ekosistem industri berbasis nikel dan baterai kendaraan listrik (EV).

        Rosan mengatakan, saat ini terdapat 52 tenant dari berbagai negara yang berinvestasi di kawasan industri tersebut. Para investor berasal dari sejumlah negara, termasuk perusahaan global seperti Glencore dan Trafigura, serta investor dari Australia, India, dan negara lainnya.

        "Investornya ini datang berbagai macam negara, mereka punya 52 tenant di sini, ada termasuk Glencore, Trafigura, ada dari Australia, India, dan dari berbagai negara, mereka masuk berinvestasi di Kawasan Industri ini," ujar Rosan dalam acara groundbreaking ekosistem hilirisasi nikel serta ekspor perdana baterai EV di Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

        Menurut Rosan, kehadiran berbagai investor tersebut memperkuat posisi Maluku Utara sebagai salah satu pusat pengembangan industri hilirisasi nikel. Kawasan IWIP yang mulai dikembangkan sejak 2018 disebut telah menyerap investasi sebesar US$20 miliar.

        Dengan tambahan proyek baru yang akan dibangun, nilai investasi di kawasan tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar US$27 miliar.

        "Dan Kawasan industri ini sejak 2018 telah menyerap investasi US$20 miliar, dengan US$7 miliar yang baru akan menjadi US$27 miliar total dengan penyerapan tenaga kerja total 117 ribu tenaga kerja di kawasan ini," kata Rosan.

        Rosan menyampaikan, investasi yang masuk tidak hanya berfokus pada pengolahan nikel, tetapi mulai berkembang ke berbagai sektor pendukung rantai pasok kendaraan listrik. Beberapa proyek yang dibangun mencakup material baterai berbasis nikel, produksi baterai EV, separator baterai, elektrolit baterai, aluminium elektrolitik, hingga alat berat berbasis listrik.

        Dari 10 proyek strategis di kawasan IWIP, sebanyak empat proyek telah selesai dan akan memasuki tahap komersialisasi serta ekspor dengan nilai sekitar US$3,4 miliar. Sementara enam proyek lainnya dengan nilai investasi US$6,8 miliar memasuki tahap pembangunan.

        Baca Juga: Rosan Ungkap Tsingshan Siap Ikut Program PLTS 100 GW Danantara

        Baca Juga: Rosan Ungkap 10 Proyek Hilirisasi IWIP, Investasi Tembus US$10,2 Miliar

        Rosan menilai pengembangan ekosistem industri tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk masuk lebih dalam ke rantai pasok global baterai kendaraan listrik.

        "Ini akan menjadikan the whole ecosystem, sudah ada di sini, kita akan jadi rantai pasok global baterai kendaraan listrik," ujarnya.

        Selain IWIP, Rosan juga menyebut kawasan industri nikel lainnya seperti Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) turut berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas industri berbasis nikel nasional. Gabungan ekspor dari IWIP dan IMIP disebut telah mencapai US$28 miliar atau sekitar 10% dari total ekspor Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: