Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bisnis Dialihkan ke OCBC, HSBC Masih Genjot Nasabah Premium

        Bisnis Dialihkan ke OCBC, HSBC Masih Genjot Nasabah Premium Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank HSBC Indonesia tetap mendorong akuisisi nasabah dan pertumbuhan transaksi nasabah premium di tengah proses pengalihan bisnis retail banking dan wealth management kepada PT Bank OCBC NISP Tbk yang ditargetkan rampung pada kuartal II 2027.

        Head of Marketing & Customer International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia Fransisca Arnan mengatakan proses pengalihan bisnis tidak membuat HSBC menghentikan layanan dan aktivitas bisnis kepada nasabah. Menurutnya, masa transisi justru menjadi periode penting untuk menjaga kualitas layanan dan kepercayaan nasabah.

        “Jadi bukan berarti diumumkan terus artinya kami sudah tidak perlu melayani nasabah kami. Justru ini saat, momen yang sangat penting, karena kami sangat mengutamakan transisi yang sangat baik untuk nasabahnya kami,” jelas Fransisca dalam acara Media Luncheon HSBC ANA Travel Fair 2026 di Plaza Indonesia, Kamis (8/10/2026).

        Menurut Fransisca, HSBC tetap berupaya memahami kebutuhan nasabah selama proses transisi. Strategi tersebut dilakukan dengan mempertahankan layanan sekaligus memenuhi kebutuhan transaksi nasabah hingga proses pengalihan bisnis kepada OCBC selesai.

        “In the meantime, gitu jadi mungkin fokusnya kita selalu kepada nasabah. Bagaimana caranya kita terus memenuhi kebutuhan nasabah. Jadi bukan berarti bahwa sudah diumumkan terus kita sudah tidak perlu melayani nasabah,” katanya.

        Aktivitas transaksi nasabah menjadi salah satu ruang yang masih didorong HSBC selama masa transisi. Pada HSBC-ANA Travel Fair edisi Januari 2026, nilai transaksi pre-sale tercatat tumbuh 31 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara total transaksi meningkat 44,35 persen yoy.

        Baca Juga: Aksi Akuisisi dan Merger Ramai, Jumlah Multifinance Capai 144 Perusahaan

        Baca Juga: Merger Paramount-Warner Bros. Masuk Tahap Akhir, Skydance Jadi Nama Perusahaan Gabungan

        Realisasi transaksi tersebut mencapai 143 persen dari target yang ditetapkan HSBC. Untuk penyelenggaraan travel fair pada Oktober 2026, Fransisca mengatakan realisasi transaksi sejauh ini masih sesuai dengan target perusahaan dan berada di atas proyeksi awal.

        Dari pola transaksi, penggunaan skema cicilan untuk kebutuhan perjalanan juga masih menjadi salah satu pilihan nasabah. Fransisca mengatakan transaksi menggunakan cicilan berada di kisaran 15 persen hingga 25 persen dari total transaksi dalam program travel fair.

        “Kalau dari tren transaksi, kalau dilihat mungkin cicilan selalu populer. Tapi kalau dibilang gede banget sebenarnya mungkin sekitar antara 15-25% dari total transaksi kita menggunakan cicilan,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: