Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun, Menkeu Tekankan Efisiensi Belanja

        Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun, Menkeu Tekankan Efisiensi Belanja Kredit Foto: Aryo Hadi Wibowo
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menekankan pentingnya efisiensi fiskal dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini disampaikan di tengah realisasi defisit APBN hingga akhir September 2026 yang mencapai Rp319,03 triliun atau setara 1,24% terhadap produk domestik bruto (PDB).

        Suahasil mengatakan, efisiensi fiskal tidak semata-mata dilakukan dengan menekan belanja negara, tetapi juga melalui upaya meningkatkan pendapatan negara dan memastikan anggaran digunakan secara efisien.

        “Kalau kita bilang efisiensi fiskal bukan berarti belanjanya dikecilkan, tetapi pendapatannya juga diperbesar dan belanjanya digunakan secara efisien,” ujar Suahasil dalam paparannya di Investor Daily Summit, dikutip Jumat (9/10/2026)

        Ia menjelaskan, kebijakan fiskal harus mampu merespons gejolak ekonomi global tanpa mengorbankan keberlanjutan fiskal pada masa mendatang. Menurutnya, pemerintah tidak bisa terus meningkatkan belanja negara tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan APBN dalam jangka panjang.

        “Kita enggak bisa menggunakan kebijakan fiskal, belanja negara kita buat setinggi mungkin. Karena dalam jangka pendek mungkin itu bagus, tetapi dalam jangka panjang tentunya membuat fiskalnya sendiri menjadi rentan,” katanya.

        Suahasil menambahkan, APBN memiliki peran untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, membiayai program prioritas pemerintah, sekaligus melindungi masyarakat melalui belanja perlindungan sosial. Karena itu, pengelolaan anggaran harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan belanja dan kemampuan fiskal negara.

        Berdasarkan paparannya, pendapatan negara hingga akhir September 2026 mencapai sekitar Rp2.341,5 triliun atau 74,5% dari target APBN. Sementara itu, belanja negara telah mencapai sekitar Rp2.445 triliun atau mendekati 70% dari pagu anggaran.

        Ia mengakui, realisasi belanja negara biasanya meningkat pada November dan Desember. Meski demikian, pemerintah menilai pelaksanaan anggaran hingga September masih berada pada jalurnya.

        Untuk 2027, pemerintah menetapkan target defisit APBN sebesar 2,4% terhadap PDB. Suahasil menegaskan, kredibilitas anggaran harus tetap dijaga agar APBN dapat menjalankan fungsinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, melindungi masyarakat, dan mempertahankan kesehatan fiskal.

        “APBN harus betul-betul sehat. Namun, APBN yang sehat tetapi perekonomian yang tidak sehat itu membuat APBN bukan instrumen yang efektif,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aryo Hadi Wibowo
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: