Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Isu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan mengundurkan diri dari jabatannya pada hari ini mendadak beredar melalui tangkapan layar pesan singkat dan media sosial di Jumat (9/10/2026). Namun hal tersebut ditegaskan merupakan sebuah hoax.
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi membantah narasi tersebut. Ia memperingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar melalui tangkapan layar dan pesan berantai tanpa sumber resmi.
Baca Juga: Bocoran Jokowi Soal Peluang Gibran Maju Lagi di 2029: Semua Kerja Dulu, Entah Kerja Politik...
“Hati-hati beredar hoax tangkapan layar yang sengaja dibuat dan disebar oleh kelompok pengadu domba,” kata Budi Arie.
Dalam tangkapan layar yang beredar, terdapat narasi mengenai seseorang yang disebut sebagai “Muni Projo” yang diklaim bertemu dengan Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan tersebut disebut-sebut membahas perkembangan politik setelah putusan pengadilan terkait syarat pendidikan Gibran.
Narasi itu kemudian mengaitkan pembicaraan tersebut dengan dugaan bahwa politikus muda itu akan mengundurkan diri pada Jumat, 9 Oktober 2026. Gibran disebutkan akan undur setelah Salat Jumat.
Tidak hanya itu, pesan tersebut juga memuat klaim bahwa mantan presiden itu telah bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Hasilnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan memperoleh tiga kursi menteri.
Berbagai klaim itu muncul dalam satu rangkaian pesan yang sama. Namun, tidak ada sumber resmi yang dicantumkan untuk memastikan kebenaran informasi mengenai pertemuan yang diklaim terjadi, rencana pengunduran diri wapres, maupun kabar pembagian kursi menteri untuk PSI.
Budi Arie pun meminta masyarakat bersikap kritis terhadap informasi semacam itu. Menurut dia, tangkapan layar tidak dapat langsung dijadikan dasar untuk mempercayai sebuah kabar, terutama ketika asal-usul pesan dan pihak yang menyebarkannya tidak jelas.
Baca Juga: Denny Indrayana: Gibran Kalau Tak Mundur, Maka Pilihannya Adalah Dimundurkan
“Klaim mengenai beliau akan mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden maupun isu memperoleh tiga kursi menteri juga tidak boleh langsung dipercaya hanya berdasarkan tangkapan layar atau pesan WhatsApp yang sumbernya tidak jelas,” tutur Budi Arie.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: