Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bitcoin Turun ke US$82.411, Ketegangan AS-Iran Tekan Pasar Kripto

        Bitcoin Turun ke US$82.411, Ketegangan AS-Iran Tekan Pasar Kripto Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pasar aset kripto mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (9/10/2026), dengan harga Bitcoin (BTC) melemah 0,45 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$82.411 atau sekitar Rp1,47 miliar per koin. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta kekhawatiran investor terhadap potensi penjualan Bitcoin oleh pemerintah AS.

        Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 11.10 WIB, Bitcoin bergerak pada rentang Rp1,435 miliar hingga Rp1,478 miliar per koin. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat Rp29,58 kuadriliun, sedangkan volume transaksi dalam 24 jam mencapai Rp813,23 triliun.

        Tekanan juga terlihat dalam pergerakan mingguan. Bitcoin terkoreksi 3,59 persen dalam tujuh hari terakhir. Meski demikian, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut masih mencatatkan kenaikan 4,63 persen dalam 30 hari terakhir.

        Mengutip CoinPedia, sentimen pasar tertekan oleh laporan mengenai kemungkinan Presiden AS Donald Trump kembali memulai serangan terhadap Iran. Ketegangan tersebut turut memengaruhi pasar energi dan keuangan global.

        Harga minyak dilaporkan naik sekitar 5 persen sepanjang hari. Kenaikan tersebut mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi dan membuat kontrak berjangka saham AS bergerak ke zona negatif.

        Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati laporan mengenai pemindahan Bitcoin senilai miliaran dolar oleh pemerintah AS. Pergerakan aset dalam jumlah besar tersebut memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan aksi jual, meski belum ada konfirmasi bahwa Bitcoin yang dipindahkan akan dilepas ke pasar.

        Tekanan harga juga terjadi ketika arus modal baru ke pasar Bitcoin dinilai belum cukup kuat. Mengutip data Glassnode, akun analitik Bull Theory menyebut kapitalisasi pasar Bitcoin yang terealisasi meningkat US$12,8 miliar dalam 30 hari terakhir. Namun, kurang dari 40 persen kenaikan tersebut disebut berasal dari dana baru.

        Pelemahan Bitcoin diikuti koreksi pada sejumlah aset kripto utama lainnya. Ethereum (ETH) turun 2,88 persen menjadi Rp44,55 juta per koin, sedangkan BNB merosot 3,72 persen ke Rp13,24 juta per koin.

        Solana (SOL) terkoreksi 4,52 persen menjadi Rp1,97 juta per koin. Sementara itu, XRP melemah 1,44 persen ke level Rp24.938 per koin.

        Baca Juga: The Fed Masih Hadapi Inflasi, Indodax Ingatkan Investor Kripto Jangan Salah Baca Pasar

        Baca Juga: OJK Ungkap Transaksi Kripto Agustus Rp23,16 Triliun, Naik 12,87 Persen

        Baca Juga: AI hingga Aset Kripto Jadi Risiko Baru Perbankan, BI dan OJK Perkuat Pengawasan

        Tekanan juga meluas ke kelompok aset kripto berkapitalisasi menengah dan kecil. Cardano (ADA) mencatatkan penurunan terdalam di antara aset yang disebutkan, yakni 7,48 persen menjadi Rp4.209 per koin.

        Bitcoin Cash (BCH) turun 6,73 persen menjadi Rp4,98 juta per koin, sedangkan Dogecoin (DOGE) melemah 4,19 persen ke Rp1.518 per koin. Chainlink (LINK) terkoreksi 2,50 persen menjadi Rp229.554 per koin dan TRON (TRX) turun 1,20 persen ke Rp5.930 per koin.

        Pergerakan tersebut menunjukkan pelemahan tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga meluas ke sejumlah aset kripto utama lainnya pada perdagangan Jumat siang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: