Co-Founder Terang AI Fahriza Bagikan Visi Inklusivitas Pendidikan Berbasis AI di One Young World ASEAN Leadership Forum 2026
Kredit Foto: Istimewa
Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memperluas akses pendidikan menjadi salah satu gagasan yang dibawa pengusaha muda Indonesia, Muhamad Fahriza Novriansyah, dalam One Young World ASEAN Leadership Forum 2026.
Co-Founder sekaligus CEO Terang AI tersebut berpartisipasi sebagai Delegate Speaker dalam forum yang berlangsung di Yogyakarta pada 1–3 Oktober 2026. Kegiatan ini mempertemukan 350 pemuda dari 20 negara untuk bertukar gagasan dan membahas solusi atas berbagai tantangan di kawasan ASEAN.
Forum tersebut berkolaborasi dengan 4th International Conference on Community Engagement and Education for Sustainable Development (ICCEESD) serta RCE Yogyakarta International Youth Conference di Universitas Gadjah Mada.
Dalam sesi bertajuk Learning Together, Leading Together: Youth Shaping Education's Future, Fahriza membagikan pengalamannya mengidentifikasi persoalan pendidikan di Indonesia dan mengembangkan solusi berbasis teknologi melalui Terang AI.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak berhenti pada penciptaan gagasan, tetapi juga mencakup kemampuan membangun kolaborasi dan mengembangkan solusi yang berkelanjutan.
Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi Fahriza untuk menjelaskan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan agar sistem pendidikan lebih mudah diakses dan mampu menyesuaikan kebutuhan peserta didik.
Salah satu isu yang disoroti Fahriza adalah pentingnya memastikan perkembangan teknologi turut memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Melalui program komunitas dan berbagai inisiatif sosial, Terang AI menyatakan telah menyediakan akses pembelajaran gratis bagi lebih dari 1.500 pelajar di sejumlah wilayah 3T di Indonesia.
Perusahaan juga bekerja sama dengan komunitas dan mitra strategis untuk memperluas jangkauan layanan serta mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Bagi Terang AI, pemanfaatan teknologi saja tidak cukup untuk menciptakan pemerataan pendidikan. Dukungan manusia, kolaborasi, dan keberlanjutan diperlukan agar akses belajar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Pendekatan tersebut diterapkan melalui kombinasi teknologi AI, penyesuaian terhadap konteks lokal, kemitraan komunitas, dan model pengembangan yang berkelanjutan.
Terang AI mengembangkan sejumlah inisiatif di bidang teknologi pendidikan. Salah satunya adalah platform pembelajaran mandiri berbasis web yang dilengkapi asisten belajar berbasis AI.
Selain itu, perusahaan menghadirkan solusi persiapan wawancara berbasis AI yang memungkinkan pelajar berlatih melalui simulasi wawancara dengan sistem yang dirancang menyerupai interaksi manusia.
Visi Terang AI adalah memperluas akses masyarakat terhadap ekosistem pembelajaran berbasis AI. Inisiatif tersebut dikaitkan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk pendidikan berkualitas, inovasi dan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, serta pengurangan kesenjangan.
Ke depan, Terang AI berupaya memperluas kolaborasi dengan sekolah, institusi pendidikan, kementerian, organisasi beasiswa, dan mitra internasional untuk mengembangkan solusi pembelajaran berbasis AI.
Salah satu arah pengembangan yang dijajaki adalah sistem pembelajaran multibahasa dan adaptif yang disesuaikan dengan konteks Asia Tenggara.
Fahriza menilai kolaborasi regional penting agar inovasi pendidikan tidak hanya dinikmati oleh kelompok atau komunitas tertentu. Pengalaman dari tingkat lokal, menurutnya, dapat menjadi bagian dari pembahasan yang lebih luas mengenai pemerataan pendidikan di kawasan ASEAN.
Partisipasi dalam One Young World ASEAN Leadership Forum 2026 menjadi bagian dari upaya Terang AI menghubungkan inovasi teknologi, pendidikan, dan kepemimpinan pemuda. Melalui pengembangan teknologi dan kemitraan, perusahaan berupaya memperluas akses pembelajaran berkualitas dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat lokal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: