Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Komisi I DPR Imbau Masyarakat Terapkan 'Saring Sebelum Sharing' di Ruang Digital

        Komisi I DPR Imbau Masyarakat Terapkan 'Saring Sebelum Sharing' di Ruang Digital Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Putranto Novanto mendorong masyarakat untuk semakin kritis dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media sosial dengan menerapkan prinsip "Saring Sebelum Sharing".

        Langkah ini dinilai sangat penting guna mencegah penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga risiko kebocoran data pribadi di tengah pesatnya perkembangan lanskap digital Indonesia.

        Imbauan tersebut disampaikan Gavriel dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara BAKTI Komdigi RI bertema "Saring Sebelum Sharing: Membangun Ruang Digital yang Sehat dan Beretika" di Tangerang Selatan, Kamis (1/10/2026).

        "Konten yang viral belum tentu merupakan informasi yang benar. Karena itu, masyarakat perlu membangun kebiasaan untuk tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang diterima," tegas Gavriel.

        Dalam pemaparannya, Gavriel menekankan pentingnya penguatan empat pilar literasi digital, yaitu digital skills, digital ethics, digital culture, dan digital safety.

        Keempat pilar ini tidak hanya membekali masyarakat dengan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk etika berinteraksi dan menjaga kebangsaan di ruang siber.

        Gavriel turut mengingatkan masyarakat untuk menjaga ketat privasi data sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

        Ia mengimbau warga agar tidak membagikan informasi sensitif, seperti NIK, nomor rekening, kode OTP, hingga lokasi real-time, serta membiasakan tiga pertanyaan kunci sebelum membagikan konten: "Benar?", "Pantas?", dan "Bermanfaat?".

        Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Bidang Kepemudaan dan Startup BAKTI Komdigi, Dr. Fadhilah Mathar, memaparkan bahwa edukasi literasi digital ini diimbangi dengan pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.

        BAKTI Komdigi telah menyediakan 31.864 titik akses internet publik, 6.747 desa sinyal 4G, SATRIA-1 berkapasitas 150 Gbps, hingga jaringan Palapa Ring di 131 kota/kabupaten. Khusus di Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat 1.598 lokasi akses internet BAKTI AKSI dan 211 site BTS BAKTI demi menunjang produktivitas masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

        Sementara itu, Akademisi Fredrikus Royanto Bau menyoroti bahwa peran masyarakat kini telah bergeser dari sekadar penerima menjadi pembuat dan penyebar konten. Ia mencontohkan sejumlah hoaks lokal yang sempat memicu kepanikan warga di NTT, seperti isu "hujan ikan" pascagempa Flores M 7,7 dan klaim palsu kedatangan pesepak bola Cristiano Ronaldo di Kupang.

        Rangkaian sosialisasi ini menegaskan bahwa transformasi digital nasional tidak cukup hanya ditopang perbaikan fasilitas infrastruktur, tetapi juga menuntut etika dan kecakapan pengguna lewat panduan THINK (True, Helpful, Inspiring, Necessary, Kind).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: