Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Emas Dunia Fluktuatif, Logam Mulia Diproyeksi Bergerak hingga 2,74 Juta per Gram

        Harga Emas Dunia Fluktuatif, Logam Mulia Diproyeksi Bergerak hingga 2,74 Juta per Gram Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Secara teknikal, harga emas dunia diproyeksikan bergerak dalam rentang US$4.021 hingga US$4.340 per troy ounce. 

        Apabila mengalami koreksi, level support pertama berada di US$4.004 per troy ounce, sedangkan support kedua di US$4.021 per troy ounce.

        Sebaliknya, apabila harga emas dunia kembali menguat, level resistance pertama diperkirakan berada di US$4.257 per troy ounce, dengan resistance kedua di US$4.340 per troy ounce.

        “Jadi ini fluktuasnya cukup tinggi. Ya bisa saja terjadi bahwa harga emas dunia ini akan mengalami kenaikan dalam perdagangan minggu depan," kata Ibrahim kepada wartawan, dikutip Minggu (11/10/2026) 

        Sementara itu, harga logam mulia di pasar domestik pada penutupan Sabtu pagi tercatat sebesar Rp2.592.000 per gram. Pada perdagangan Senin, harga diperkirakan berpotensi terkoreksi Rp10.000 menjadi Rp2.582.000 per gram.

        Dalam skenario pelemahan lebih lanjut, harga logam mulia diproyeksikan turun hingga Rp2.430.000 per gram dalam sepekan ke depan.

        Namun, peluang penguatan juga masih terbuka. Harga logam mulia diperkirakan berpotensi naik Rp20.000 menjadi Rp2.612.000 per gram pada perdagangan Senin. Jika momentum penguatan berlanjut, harga berpeluang mencapai Rp2.740.000 per gram dalam sepekan.

        Dengan demikian, secara teknikal, harga logam mulia diperkirakan bergerak dalam rentang Rp2.430.000 hingga Rp2.740.000 per gram pada pekan depan.

        Faktor Geopolitik Masih Membayangi Harga Emas

        Dari sisi fundamental, Ibrahim menyebut pergerakan harga emas dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, yakni kondisi geopolitik, dinamika politik dan kebijakan Amerika Serikat, kebijakan bank sentral, serta keseimbangan pasokan dan permintaan.

        Faktor geopolitik dinilai masih menjadi salah satu penentu penting arah pergerakan harga emas. Hingga saat ini, konflik di Timur Tengah masih berlangsung, meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington tengah melakukan diskusi produktif dengan Teheran.

        Baca Juga: Dari ETF Emas hingga Short Selling, Ini Deretan Terobosan 100 Hari Direksi Baru BEI

        Baca Juga: Pekan Depan, Harga Logam Mulia Diproyeksi Tembus hingga Rp2,82 Juta per Gram

        Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran menyampaikan bahwa proposal yang diajukan masih dalam tahap peninjauan dan pihaknya akan memberikan tanggapan dalam beberapa hari ke depan.

        Perkembangan tersebut membuat arah penyelesaian ketegangan antara AS dan Iran masih menjadi perhatian pasar. Ketidakpastian terkait kelanjutan konflik maupun peluang tercapainya kesepakatan dapat memengaruhi sentimen investor terhadap aset aman, termasuk emas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: