Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BUMI Buka Suara soal Rumor Akuisisi Kideco, Ini Sikap Resminya

        BUMI Buka Suara soal Rumor Akuisisi Kideco, Ini Sikap Resminya Kredit Foto: WE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membuka suara terkait rumor yang menyebut perseroan sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengakuisisi PT Kideco Jaya Agung (KJA), anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY).

        Direktur Bumi Resources, RA Sri Dharmayanti mengatakan pemberitaan tersebut mengutip narasumber yang tidak disebutkan identitasnya. 

        Untuk itu, perseroan tidak dapat memverifikasi sumber maupun dasar informasi yang beredar.

        "Perseroan tidak dapat memberikan komentar atas rumor pasar, spekulasi, maupun transaksi yang bersifat hipotesis, serta setiap perkembangan korporasi yang material akan diungkapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku," kata dia dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

        Menurut Dharmayanti, pokok tanggapan tersebut juga telah dimuat dalam artikel yang menjadi rujukan pemberitaan. 

        Dia menegaskan, sikap perseroan sejalan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta praktik keterbukaan informasi untuk mendukung pasar modal yang teratur, wajar, dan efisien.

        Di sisi lain, Dharmayanti menyebut BUMI dalam berbagai kesempatan telah menyampaikan arah strategis perusahaan, yakni melakukan diversifikasi usaha ke sektor di luar batu bara termal.

        "Adapun aset yang disebutkan dalam pemberitaan merupakan aset batu bara termal,” tutur Dharmayanti.

        Baca Juga: Emiten Sinar Mas (DSSA) Kucurkan Rp10,4 Miliar untuk Eksplorasi Panas Bumi dan Batu Bara

        Baca Juga: Putra Mahkota Bakrie Serok Ratusan Juta Saham Bumi Resources (BRMS)

        Kinerja Keuangan Kideco

        Kideco menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan pendapatan INDY hingga semester I-2026. INDY mencatat pendapatan sebesar US$1,14 miliar, naik 19,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$956,8 juta.

        Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh kontribusi yang lebih tinggi dari Kideco Jaya Agung, Tripatra, Interport Mandiri Utama (Interport), dan Indika Indonesia Resources.

        Secara khusus, pendapatan Kideco meningkat 10,2% menjadi US$855,1 juta. Pertumbuhan ini didukung kenaikan harga jual rata-rata sebesar 6,8% menjadi US$54,7 per ton serta peningkatan volume penjualan sebesar 2,4% menjadi 14,8 juta ton.

        Dari total penjualan tersebut, Kideco memasok 6,4 juta ton atau 43,5% ke pasar domestik. Sedangkan sebanyak 8,3 juta ton atau 56,5% dialokasikan untuk pasar ekspor.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: