Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten Sinar MAs (DSSA) Kucurkan Rp10,4 Miliar untuk Eksplorasi Panas Bumi dan Batu Bara

Emiten Sinar MAs (DSSA) Kucurkan Rp10,4 Miliar untuk Eksplorasi Panas Bumi dan Batu Bara Kredit Foto: Dian Swastatika Sentosa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten energi dan infrastruktur Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menggelontorkan dana Rp10,4 miliar untuk kegiatan eksplorasi sepanjang Oktober 2026. Eksplorasi ini menyasar dua sektor utama, yakni panas bumi (geothermal) dan batu bara, melalui sejumlah entitas anak usaha.

Berdasarkan laporan bulanan aktivitas eksplorasi yang dirilis pada Kamis (8/10/2026), pengembangan panas bumi dilakukan oleh empat anak usaha DSSA, dengan fokus pada survei lapangan, analisis sampel, serta pemetaan untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan pengeboran.

PT Daya Mas Nage Geothermal menjadi entitas dengan alokasi dana terbesar, yakni Rp4,3 miliar. Perusahaan ini melakukan eksplorasi di area seluas 416,9 juta meter persegi, meliputi survei geokimia, inspeksi teknis sumur Nage, hingga pemetaan menggunakan teknologi ambient noise tomography.

Sementara itu, PT Daya Mas Geopatra Pangrango mengeluarkan dana Rp341,14 juta untuk analisis gas tak terkondensasi dan isotop di wilayah Cipanas seluas 36,2 juta meter persegi. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan survei hidrologi.

PT Daya Mas Cisolok Geothermal juga menyelesaikan uji petrografi dan analisis X-ray Diffraction terhadap sampel inti batuan (core), dengan biaya Rp89,76 juta di area seluas 3.500 meter persegi.

Adapun PT EDC Panas Bumi Indonesia mengalokasikan Rp957,72 juta untuk analisis isotop air dan survei LiDAR. Kegiatan ini dilakukan untuk memetakan sumber air yang dibutuhkan dalam proses pengeboran di wilayah seluas 255,2 juta meter persegi.

Di sektor batu bara, eksplorasi dilakukan melalui kegiatan pengeboran teknis oleh sejumlah anak usaha. PT Cahaya Bara Pratama menghabiskan Rp1,83 miliar untuk menyelesaikan pengeboran di 23 titik dengan total kedalaman 1.591,34 meter.

Baca Juga: Franky Oesman Widjaja Jadi UBO KETR Usai Diakuisisi Sinar Mas, Pengendali Berganti

Baca Juga: Geliat Sinar Mas, Entitas DSSA Resmi Jadi Pengendali Baru KETR

PT Cahaya Nusa Pratama juga mengucurkan Rp977,64 juta untuk pengeboran di empat titik dengan total kedalaman 332 meter. Kedua perusahaan kemudian menindaklanjuti hasil pengeboran tersebut dengan penyusunan studi kelayakan (feasibility study).

Sementara itu, PT Buana Bara Ekapratama melakukan pengeboran sisipan dan pemantauan muka air tanah. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mendukung revisi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta persiapan operasional tambang pada 2027.

Di sisi lain, PT Surya Kalimantan Sejati mengevaluasi hasil pengeboran lubang terbuka (open hole). Evaluasi ini bertujuan meningkatkan basis sumber daya dan cadangan batu bara perseroan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan