Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ahmad Sahroni Desak Bentrok Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Diselesaikan via Restorative Justice

        Ahmad Sahroni Desak Bentrok Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Diselesaikan via Restorative Justice Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyesalkan insiden bentrokan antara aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan sejumlah pekerja proyek di kawasan Kolam Renang Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

        Menanggapi eskalasi tersebut, Sahroni mendorong kepolisian agar menyelesaikan kasus dugaan penyerangan ini melalui pendekatan restorative justice (keadilan restoratif).

        Insiden kekerasan ini dilaporkan bermula ketika para pekerja proyek menentang upaya Satpol PP yang tengah menertibkan lapak pedagang di fasilitas umum.

        Baca Juga: Pramono Anung Tegaskan Tak Boleh Kalah dari Premanisme, Minta Pengeroyok Satpol PP di Bulungan Diproses Hukum

        Saat ini, pihak Satpol PP yang menjadi korban penyerangan telah melaporkan insiden tersebut ke pihak berwajib. Hal ini dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, pada Senin (12/10/2026).

        Sahroni menegaskan bahwa tindakan Satpol PP murni merupakan penegakan aturan. Ia meminta masyarakat untuk tidak menjadikan penyerangan terhadap aparat yang sedang bertugas sebagai sebuah kebiasaan.

        "Saya menyesalkan kejadian ini. Bagaimanapun, Satpol PP sedang menjalankan tugasnya sesuai aturan. Kalau memang ada lapak yang ditertibkan, berarti melanggar. Jangan sampai kita terbiasa menyerang petugas yang sedang bekerja, apalagi sampai terjadi bentrokan seperti ini," ujar Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/10/2026).

        Lebih lanjut, Sahroni mengingatkan pentingnya menjaga fungsi fasilitas umum seperti trotoar dan area pedestrian agar tidak dialihfungsikan secara ilegal. Ia meminta warga koperatif dan tidak mengedepankan emosi saat berhadapan dengan petugas penertiban.

        "Kalau ada penertiban, ikuti prosesnya, jangan malah berujung bentrokan. Untuk kali ini, saya dukung penyelesaian masalah dengan restorative justice. Tapi pastikan tidak terulang lagi," tutup Sahroni.

        Kronologi Bentrokan Usai Operasi Cabut Pentil

        Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menjelaskan bahwa insiden kekerasan ini terjadi pada Kamis (8/10) usai petugas gabungan menertibkan parkir liar, pedagang kaki lima (PKL), dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

        Dalam operasi di area depan Kolam Renang Bulungan tersebut, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan Operasi Cabut Pentil (OCP) terhadap puluhan kendaraan yang melanggar ketertiban.

        Kericuhan bermula saat iring-iringan truk petugas melintas di Jalan Kyai Maja menuju Kelurahan Selong. Truk di barisan belakang tiba-tiba dilempari oleh sejumlah pekerja proyek.

        "Massa merupakan pekerja proyek yang kendaraannya sebelumnya menjadi objek OCP. Mereka tidak terima karena menganggap lokasi tersebut merupakan tempat parkir yang disediakan pihak perusahaan," ungkap Satriadi.

        Meski petugas Satpol PP dibantu personel Koramil sempat mencoba meredakan situasi melalui pendekatan persuasif, provokasi dari massa yang terus berdatangan membuat situasi kembali memanas.

        Aksi pelemparan dan kekerasan pun tak terhindarkan, mengakibatkan seorang petugas Satpol PP terluka saat berupaya melindungi rekannya yang terjatuh dan nyaris menjadi sasaran pengeroyokan massa.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: