Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Percepat Penilaian Awal Pembiayaan Lewat Digitalisasi, IIF Raih Penghargaan Teknologi 2026

        Percepat Penilaian Awal Pembiayaan Lewat Digitalisasi, IIF Raih Penghargaan Teknologi 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memperkuat efisiensi pembiayaan infrastruktur melalui transformasi digital dan integrasi sistem internal. Inisiatif tersebut mengantarkan perusahaan meraih penghargaan kategori Enterprise Software – Financial Services dalam ajang Indonesia Technology Excellence Awards 2026.

        Transformasi ini mengandalkan platform internal IIF, Credit Sentinel, yang mengintegrasikan lebih dari 30 aplikasi ke dalam satu sistem terpadu. Integrasi tersebut menyederhanakan proses pembiayaan dari penerimaan proposal, penilaian risiko, hingga pemantauan proyek.

        Melalui sistem tersebut, IIF mampu memangkas waktu penilaian awal pembiayaan hingga 30%. Digitalisasi ini juga ditujukan untuk meningkatkan transparansi bagi pengembang proyek dan investor.

        Ke depan, IIF berencana mengembangkan Credit Sentinel melalui pemanfaatan analitik canggih dan otomatisasi. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan bisnis, memperkuat manajemen risiko, dan meningkatkan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan infrastruktur.

        Selain inovasi teknologi, komitmen IIF terhadap tata kelola perusahaan juga mendapat pengakuan. Perusahaan masuk dalam daftar Top 10 General Counsel of the Year pada Asia Legal Awards 2026 dan meraih penghargaan kategori Regional Leadership in Non-Bank Financial Services dalam In-House Counsel Summit & Awards (IHCSA) 2026.

        Penguatan tata kelola, kepatuhan, dan manajemen risiko hukum menjadi bagian dari upaya IIF membangun kepastian hukum serta kepercayaan pemangku kepentingan. Hal tersebut dinilai penting dalam mendukung transaksi pembiayaan jangka panjang yang kompleks di sektor-sektor strategis pembangunan berkelanjutan.

        Presiden Direktur sekaligus CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, mengatakan tantangan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan modal, tetapi juga kecepatan proses dan kepercayaan.

        Menurut dia, pemanfaatan teknologi akan terus dikembangkan agar proses pembiayaan menjadi lebih cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan klien, tanpa mengabaikan standar tata kelola perusahaan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: