Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Komdigi Bidik Pendanaan Rp1 Triliun ke Garuda Spark Innovation Hub

        Komdigi Bidik Pendanaan Rp1 Triliun ke Garuda Spark Innovation Hub Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan pendanaan bagi perusahaan rintisan (startup) binaan Garuda Spark Innovation Hub mencapai Rp1 triliun pada 2026. Hingga saat ini, startup dalam ekosistem tersebut telah mengantongi pendanaan kumulatif sekitar Rp400 miliar.

        Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan pemerintah berupaya memperluas akses pendanaan startup melalui pengembangan pusat inovasi digital di berbagai daerah dan fasilitasi pertemuan dengan investor.

        "Kita harapkan tahun ini bisa dapat (pendanaan) Rp1 triliun," kata Edwin saat ditemui di Kantor Komdigi, Selasa (13/10/2026).

        Dengan capaian pendanaan sekitar Rp400 miliar, startup binaan Garuda Spark Innovation Hub masih perlu menghimpun sekitar Rp600 miliar untuk mencapai target yang ditetapkan pada tahun ini.

        Salah satu upaya yang ditempuh Komdigi adalah memfasilitasi program Hub.ID untuk mempertemukan startup dengan investor. Program tersebut diharapkan membuka peluang pendanaan sekaligus mendorong kemitraan bisnis yang dapat mendukung pengembangan perusahaan rintisan.

        Selain memperluas akses investor, Komdigi mengembangkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) melalui kolaborasi dengan pemerintah kota dan mitra lokal. Pendekatan ini memungkinkan pengembangan pusat inovasi digital memanfaatkan fasilitas dan sumber daya yang telah tersedia tanpa harus selalu membangun infrastruktur baru.

        "Tidak semuanya kita harus membangun dari awal. Jadi, ada beberapa yang memang itu kerja sama dengan pemerintah kota," ujar Edwin.

        Ia mencontohkan pengembangan Garuda Spark Innovation Hub di Yogyakarta yang dilakukan melalui kolaborasi dengan Sekolah Tinggi Multi Media (STMM). Sementara itu, pengembangan hub di Malang dan Makassar melibatkan pemerintah kota setempat.

        Dalam skema tersebut, Komdigi menyediakan program untuk mendukung pertumbuhan startup yang berada di pusat-pusat inovasi. Edwin menyebut inisiatif di seluruh 10 hub yang telah berjalan sudah dimulai, meskipun tingkat perkembangan setiap lokasi berbeda.

        "So far sudah jalan semua inisiasinya, tapi mungkin ada yang sudah lebih advance, ada yang masih dalam proses berjalan," katanya.

        Baca Juga: Komdigi Finalisasi Aturan Tarif Ojol Barang dan Makanan, Penghasilan Pengemudi Jadi Perhatian

        Baca Juga: Kepatuhan Rollover Kuota Internet Baru 70%, Komdigi Tagih Operator Seluler

        Baca Juga: Komdigi Siapkan Formula Ongkir Ojol, Aturan Turunan Terbit Sebelum Akhir 2026

        Garuda Spark Innovation Hub dirancang sebagai jaringan pusat inovasi digital di 10 kota untuk memperluas akses talenta digital dan startup daerah terhadap pendampingan, investor, pelaku industri, hingga pasar.

        Melalui jaringan tersebut, Komdigi berupaya memperluas ekosistem inovasi digital agar peluang pengembangan bisnis tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. Startup daerah diharapkan dapat memanfaatkan jaringan hub untuk mengembangkan produk, menjalin kemitraan industri, serta memperluas jangkauan pasar.

        Pencapaian target pendanaan Rp1 triliun menjadi salah satu tolok ukur perkembangan startup binaan GSIH pada 2026. Namun, realisasi target tersebut masih bergantung pada kemampuan startup menarik investor melalui program fasilitasi pendanaan dan pengembangan ekosistem digital di daerah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: