Kredit Foto: Istimewa
Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, mengkritisi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya sejak awal tidak dirancang untuk menyasar kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Menurutnya, hal itu terlihat dari keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru memasukkan anak-anak panti asuhan sebagai penerima manfaat setelah muncul pertanyaan dan kritik dari publik.
"Gara-gara orang-orang panti asuhan bertanya mengapa mereka tidak dapat MBG, kini anak-anak panti baru dimasukan menjadi penerima MBG, tapi tetap disalurkan dari sekolah. Artinya apa? Artinya sejak awal desain MBG ini bukan kepada yang membutuhkan," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (14/10).
"Bahkan mereka tidak tahu, bahwa anak panti asuhan butuh MBG. Ini adalah inkompetensi yang parah," lanjutnya.
Baca Juga: Rocky Gerung Dikritik soal MBG, Guru Masih Menunggu Pembayaran Tunjangan
Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono telah memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa anak-anak yang tinggal di panti asuhan tetap berhak menerima manfaat program MBG.
Sudaryono menjelaskan, makanan bergizi gratis tidak disalurkan langsung ke panti asuhan, melainkan diberikan kepada anak-anak panti melalui sekolah tempat mereka menempuh pendidikan. Sementara bagi anak panti yang masih berusia balita dan belum bersekolah, penyaluran dilakukan melalui jaringan Posyandu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: