Kredit Foto: Istimewa
Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, mengkritik Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilainya tidak merencanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara matang, khususnya terkait pengelolaan limbah makanan.
Ia menyoroti respons Kepala BGN, Sudaryono, yang dinilai tidak dapat memberikan penjelasan memadai saat ditanya DPR RI mengenai penanganan sisa makanan dari program MBG.
"Ketika Sudaryono ditanya DPR-RI. Soal kemana makanan itu dibuang. Sudaryono membolak balikan dokumen dan tidak menemukannya. Kita semua tahu, dalam desain paling jelek sekalipun, sampah MBG seharusnya dipikirkan, meski itu hanya formal, formalpun mereka tidak bisa," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (14/10).
Sebagai informasi, peristiwa tersebut terjadi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara BGN dan Komisi IX DPR RI di Senayan pada 17 September 2026.
Dalam rapat itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mempertanyakan kesiapan operasional BGN terkait pengelolaan sampah makanan apabila terdapat ribuan porsi MBG yang tidak habis dikonsumsi atau ditolak oleh siswa.
"Jika di sekolah itu orang tua tidak mengizinkan anaknya mengonsumsi, lalu sisa makanannya akan dibuat apa? Apakah dikembalikan atau dibuang? Misalnya ada satu sekolah 40 persen menolak, 60 persen mengonsumsi. Lalu seperti apa jumlah yang akan dikirim ke sekolah itu?" tanya Charles.
Baca Juga: Rocky Gerung Dikritik soal MBG, Guru Masih Menunggu Pembayaran Tunjangan
Sudaryono sempat terlihat menoleh ke arah wakilnya sebelum memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.
Ia kemudian menjelaskan bahwa untuk sekolah negeri, program MBG bersifat wajib sehingga makanan harus disalurkan kepada seluruh siswa.
"Kalau sekolah negeri itu harus iya semua. Kalau tidak, tidak semua," tegas Sudaryono.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: