Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami rebound terbatas pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran level 5.800–6.000.
"Dari eksternal, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Kamis (15/10/2026). Indeks Dow Jones turut naik seiring peralihan minat investor dari saham-saham sektor teknologi," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.
Sejumlah data ekonomi AS menjadi perhatian pelaku pasar. Inflasi berdasarkan Producer Price Index (PPI) pada September tercatat naik 1,3% secara bulanan atau month on month (mom) dan 6,3% secara tahunan atau year on year (yoy). Sedangkan penjualan ritel AS tumbuh 0,8% MoM pada periode yang sama.
Dari Eropa, produk domestik bruto (PDB) Inggris tumbuh 0,1% MoM pada Agustus 2026.
Sementara itu, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia meningkat menjadi US$459,3 miliar pada Agustus 2026, atau tumbuh 5,6% YoY.
Baca Juga: MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, Ini Respons BEI
Baca Juga: MSCI Pertimbangkan Ubah Status Pasar Saham RI, dari Emerging Market Jadi Standalone
Baca Juga: IHSG Anjlok 1,33% ke Level 5.863, Didorong 567 Saham yang Tertekan
Di pasar komoditas, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 3% ke level US$97 per barel. Harga emas spot juga naik 1,3% ke posisi US$4.156 per troy ounce.
"Adapun imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun (U.S. Treasury 10-year yield) ditutup turun 10 basis poin ke level 5,089%," ungkap Phintraco Sekuritas.
Dengan mencermati berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG masih berpeluang menguat, meski terbatas, dengan rentang perdagangan 5.800–6.000.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan atau top picks, yakni INTP, ASII, UNTR, BBNI, BMRI, dan BBRI.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: