- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Soal Anjloknya Kapitalisasi Pasar RI 55% di MSCI, Begini Respon Bos Bursa
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Bursa Efek Indonesia (BEI) berkomitmen melanjutkan reformasi pasar modal setelah kapitalisasi saham Indonesia dalam indeks MSCI merosot 55 persen sepanjang Januari hingga September 2026. BEI akan memperkuat komunikasi dengan MSCI dan investor global untuk menindaklanjuti berbagai masukan terkait kualitas serta aksesibilitas pasar modal nasional.
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, mengatakan pihaknya akan menggali lebih jauh berbagai perhatian yang disampaikan investor global menyusul pengumuman terbaru MSCI. Menurutnya, komunikasi dengan lembaga penyedia indeks global tersebut selama ini telah dilakukan secara rutin.
"Kami komunikasi dengan MSCI dan investor global secara reguler ya. Apa yang kami lakukan sejauh ini itu juga berdasarkan masukan dari investor global juga. Nah tentu dengan pengumuman terakhir ini kami akan gali lebih jauh lagi concern-concern mereka," ungkap Iding kepada wartawan, Jumat (16/10/2026) lalu.
Iding menegaskan, BEI tidak hanya akan menindaklanjuti masukan tersebut, tetapi juga melanjutkan agenda reformasi yang telah berjalan. Peningkatan kualitas pasar modal akan disertai bukti dan ukuran efektivitas yang nantinya dikomunikasikan kepada MSCI.
"Again, komitmen kami adalah terus melakukan reformasi yang sudah kami lakukan, kami perbaiki quality-nya, apa evidence-evidence-nya, ukuran-ukuran efektivitasnya juga akan kami komunikasikan," jelasnya.
Terkait potensi aliran dana keluar atau outflow jika status pasar Indonesia diturunkan, Iding mengatakan BEI tidak dapat memperkirakan besaran dana yang akan keluar. Keputusan tersebut sepenuhnya bergantung pada pertimbangan masing-masing investor global.
"Kami tidak bisa memproyeksikan dan tidak bisa apa, memperkirakan berapa yang keluar, again itu bergantung pada keputusan tentunya investor global dengan kondisi seperti ini," pungkasnya.
Sebelumnya, MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Dalam proposalnya, MSCI mencatat kapitalisasi pasar Indonesia turun dari US$119,14 miliar menjadi US$53,35 miliar per 30 September 2026, atau merosot sekitar 55 persen sejak awal tahun.
"Sejak 1 Januari 2026, kapitalisasi pasar indeks total telah turun 55%," tulis proposal konsultasi MSCI.
Baca Juga: IIHSG Anjlok 14,91%, Bursa RI Jadi yang Terburuk di ASEAN
Selain kapitalisasi pasar, bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets juga menyusut dari 1,16 persen menjadi 0,43 persen. Jumlah saham Indonesia yang menjadi konstituen indeks berkurang dari 18 menjadi sembilan hingga akhir September 2026.
Dalam rincian sektoral indeks MSCI Indonesia, sektor keuangan mendominasi dengan bobot 71,71 persen. Sementara itu, layanan komunikasi memiliki bobot 10,70 persen, industri 7,81 persen, bahan baku 6,34 persen, dan energi 3,44 persen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: