Anak Sekolah di Malaysia Terganggu Akibat Kiriman Jerebu dari Indonesia, Input Nilai Rapor Jadi Tertunda
Kredit Foto: Ist
Seluruh lembaga pendidikan di Melaka, Selangor, Negeri Sembilan, serta kawasan Kuantan, Rompin, dan Bentong di Pahang, Malaysia, dipastikan kembali beroperasi esok hari.
Kendati demikian, otoritas setempat menginstruksikan penangguhan seluruh aktivitas luar ruangan menyusul paparan kabut asap lintas batas yang masih menyelimuti kawasan tersebut.
Kementerian Pendidikan Malaysia (MOE) meminta pengelola sekolah di wilayah terdampak untuk memantau Indeks Pencemaran Udara (API) secara berkala dan memberikan perhatian khusus kepada siswa kelompok rentan.
Sebelumnya, negeri Jiran itu melontarkan meme berupa 'musim jerebu' atau asap karhutla dari Indonesia.
Dinas Pendidikan di masing-masing negara bagian telah menerbitkan instruksi penyesuaian operasional sekolah demi menjaga kesehatan para siswa:
- Melaka & Selangor: Siswa dianjurkan menggunakan masker saat berada di lingkungan sekolah. Orang tua di Melaka diizinkan menahan anaknya di rumah jika khawatir akan kondisi kesehatan, dengan syarat memberikan pemberitahuan resmi ke pihak sekolah.
- Negeri Sembilan: Pembelajaran berjalan normal dengan imbauan wajib masker bagi siswa yang menunjukkan gejala gangguan pernapasan atau berisiko tinggi.
- Pahang (Kuantan, Rompin, Bentong): Kegiatan belajar mengajar di dalam kelas tetap berjalan, namun seluruh kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga di luar ruangan resmi ditunda.
Mengutip Kantor Berita BERNAMA, akibat gangguan sesi persekolahan yang dipicu oleh kabut asap, Kementerian Pendidikan Malaysia memutuskan memperpanjang tenggat waktu penginputan nilai rapor dalam Sistem Manajemen Pendidikan Terpadu (MOEIS):
- Asesmen Akhir Sesi Akademik (UASA/PAT/PASA): Diperpanjang satu minggu, dari semula 21 November menjadi 28 November.
- Asesmen Fisik, Olahraga, dan Kokurikuler (PAJSK): Diperpanjang dari semula 30 November menjadi 5 Desember.
PM Anwar Ibrahim Apresiasi Penanganan Karhutla Indonesia
Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan keprihatinannya atas dampak bencana kabut asap yang telah mengganggu aktivitas masyarakat dan memaksa penutupan sekolah di beberapa kawasan.
Meski demikian, Anwar menyampaikan apresiasi atas langkah sigap pemerintah Indonesia dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memobilisasi puluhan ribu personel serta armada udara.
"Kita sadar bahwa upaya menangani bencana semacam ini bukanlah tugas yang mudah, apalagi dengan luasnya kawasan terdampak dan tantangan cuaca yang tidak menentu," ujar Anwar.
Ia menegaskan komitmen Malaysia untuk terus membuka ruang kerja sama, termasuk mendorong skema koordinasi di tingkat ASEAN guna memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan bencana lintas batas secara kolektif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat