Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Terjun Bebas, Kripto Jadi Pelarian Investor? Celios Ungkap Faktanya

        IHSG Terjun Bebas, Kripto Jadi Pelarian Investor? Celios Ungkap Faktanya Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah isu perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka kemungkinan sebagian investor domestik melirik aset kripto, meskipun pergerakannya tidak cukup untuk mempengaruhi harga pasar secara signifikan.

        Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menjelaskan bahwa pergerakan aset kripto tidak terlalu dipengaruhi persoalan pasar modal di Indonesia. Pasalnya, harga aset kripto ini lebih banyak mengikuti sentimen global, termasuk kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi dunia.

        “Aset kripto tidak terlalu dipengaruhi oleh isu pasar modal di Indonesia. Harga di aset kripto banyak dipengaruhi oleh sentimen di luar negeri,” ujarnya kepada Warta Ekonomi, Senin (19/10/2026).

        Soal investor domestik yang mengalihkan dana dari saham ke kripto saat IHSG tertekan, kata Huda, fenomena tersebut memang bisa terjadi.

        Meski begitu, jumlah investor yang berpindah dinilai tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga aset kripto secara keseluruhan.

        “Apakah ada investor Indonesia yang pindah ke kripto? Pasti ada, namun jumlahnya tidak akan menggerakkan harga aset kripto secara signifikan,” kata Huda.

        Sedangkan, kata dia, penguatan harga Bitcoin yang terjadi sejak September memang menunjukkan permintaan terhadap aset kripto mulai meningkat. Namun, pergerakan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi pasar saham Indonesia, melainkan juga dipengaruhi perkembangan ekonomi dan pasar keuangan internasional.

        “Kalau kita lihat, per September sudah ada kenaikan harga dari Bitcoin. Artinya, memang permintaan sudah mulai meningkat,” ujarnya.

        Pasalnya, harga aset kripto yang meningkat lebih berkaitan dengan indeks Dow Jones yang melemah akibat kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global. Ketidakpastian tersebut dinilai mendorong sebagian investor mempertimbangkan diversifikasi aset, termasuk melalui investasi kripto.

        Baca Juga: Bitcoin Menguat 1,07% ke Rp1,48 Miliar, Pasar Kripto Menghijau

        Baca Juga: DJP dan Negara-Negara Muslim Bertukar Pengalaman Bahas Pemajakan Kripto hingga Digital Banking

        Selain itu, ia menyoroti situasi di Eropa, termasuk kerusuhan di Prancis yang disebut berpotensi meluas. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran terhadap prospek ekonomi dan dunia usaha di kawasan tersebut.

        “Investor global mulai memindahkan asetnya ke aset kripto untuk diversifikasi aset,” tuturnya.

        Sebagai informasi, IHSG mengalami kejatuhan sebesar 11,57% pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Kondisi itu terus berlanjut. Sedangkan, pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (19/10/2026), IHSG masih melemah 3,64% atau turun 188,49 poin ke level 4.996,60.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: