Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa (20/10/2026). IHSG melonjak 5,6% atau naik 282,27 poin ke level 5.278,88, setelah sempat tertekan hingga di bawah level 5.000 pada awal perdagangan.
Pada pembukaan, IHSG berada di level terendah 4.980,16. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak naik hingga menyentuh level tertinggi sekaligus penutupan di 5.278,88.
Penguatan IHSG tercermin dari mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. Sebanyak 670 saham ditutup menguat, sementara 99 saham melemah dan 30 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga terbilang ramai. Volume perdagangan mencapai 56,76 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp26,53 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,50 juta kali.
Sejumlah saham unggulan, baik dari perusahaan pelat merah maupun swasta, turut menopang kenaikan IHSG. Dari sektor perbankan, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 9,8% atau 250 poin ke level Rp2.790 per saham. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga melesat 9,8% atau 330 poin ke level Rp3.690 per saham.
Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 8,8% atau 260 poin ke level Rp3.220 per saham. Adapun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) naik 5,9% atau 50 poin menjadi Rp900 per saham.
Penguatan juga terjadi pada sejumlah saham pertambangan. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 10,5% atau 260 poin ke level Rp2.740 per saham. PT Timah Tbk (TINS) menguat 10,7% atau 360 poin menjadi Rp3.740 per saham, sedangkan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 6,3% atau 180 poin ke level Rp3.050 per saham.
Baca Juga: MSCI Guncang Pasar Saham RI, Reformasi Jadi Taruhan Kepercayaan Investor
Baca Juga: Saham Bank dan Tambang BUMN Kompak Menguat Usai Danantara Dikabarkan Siap Borong
Baca Juga: Tanpa Saham HSC, IHSG Diperkirakan Bisa Tembus 5.925
Di luar sektor perbankan dan pertambangan, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatatkan kenaikan lebih tinggi, yakni 16,4% atau 290 poin ke level Rp2.060 per saham.
Di sektor swasta, saham perbankan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 7,9% atau 380 poin ke level Rp5.200 per saham, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 9% atau 165 poin ke level Rp2.000 per saham, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 150 poin atau 13,3% ke level Rp1.275 per saham, dan saham-saham besar korporasi lainnya.
Di tengah pemulihan pasar saham tersebut, rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk memanfaatkan koreksi harga saham sebagai peluang investasi turut menjadi perhatian pelaku pasar, terutama pada saham-saham perusahaan milik negara di sektor perbankan yang hari ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menilai pelemahan IHSG hingga menembus ke bawah level 5.000 dapat menjadi peluang investasi jangka panjang. Menurutnya, sejumlah saham perusahaan pelat merah kini memiliki valuasi yang menarik, sementara fundamental bisnisnya dinilai masih solid.
Rosan mengatakan, Danantara terus melakukan analisis secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi. Pertimbangan tersebut mencakup valuasi perusahaan serta kekuatan fundamental BUMN untuk jangka panjang.
“Kita melihat kembali valuasi perusahaan-perusahaan kita sangat baik, sangat solid, dan valuasinya juga boleh dibilang sekarang menjadi sangat murah. Tentunya kita sebagai investor, baik di pasar modal maupun BUMN yang kita miliki, justru melihat ini sebagai opportunity untuk investasi jangka panjang,” ujar Rosan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/10/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: