Rocky Gerung Ingin Tiap Menteri Prabowo Diadu Debat Lawan Mahasiswa 2 Minggu Sekali
Kredit Foto: Christian Andy
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prabowo Subianto, Rocky Gerung melontarkan sebuah gagasan berani dengan mengusulkan pembentukan forum bertajuk "Kabinet Watch". Dalam wacana tersebut, ia menginginkan agar setiap menteri bersedia turun gunung dan berdebat secara langsung melawan mahasiswa secara rutin, setidaknya setiap dua minggu sekali.
Rocky menegaskan bahwa suara kritis kaum intelektual muda di kampus tidak boleh sekadar didengar lalu dilupakan, melainkan harus diakomodasi dalam sebuah arena dialektika yang resmi dan terukur.
Baca Juga: Kubu Jokowi Dorong Publik Tak Usah Ikut Campur Polemik Ijazah Gibran: Ini Bukan Isu Rakyat
“Saya ingin, supaya usulan Fatimah (Wakil Ketua BEM UI), usulan Undip, usulan UPN. Jadikan forum ini, minimal bulanan. Atau dua minggu sekali,” kata Rocky dikutip Selasa (20/10/2026).
Untuk merealisasikan wacana pertarungan intelektual tersebut, ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk melobi langsung para petinggi stasiun televisi agar bersedia memfasilitasi jalannya debat bergengsi ini secara luas.
“Saya akan negosiasi dengan pimred, dengan Pak Karni Ilyas, sebagai pemimpin acara ini,” ujarnya.
Desain utama dari forum yang dinamainya sebagai "Kabinet Watch" ini sangat sederhana namun mematikan bagi pejabat yang tak terbiasa berargumen. Rocky berencana memaksa para menteri untuk berani mempertanggungjawabkan landasan berpikir dari setiap kebijakan yang mereka ambil langsung di hadapan para mahasiswa yang kritis.
“Saya ingin tekan mereka berdua, supaya ada forum bersama mahasiswa di kabinet. Namanya apa? Kabinet Watch,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa menteri-menteri harus siap diuji secara akademis dan logis, bukan sekadar memberikan instruksi sepihak.
“Pasang semua menteri itu, berdebat dengan kalian. Itu dasarnya tu,” ucap filsuf politik tersebut.
Lebih jauh, Rocky memaparkan visi filosofis di balik gagasan tersebut. Ia merasa jengah dengan diskursus perpolitikan nasional yang kerap kali hanya berputar pada narasi kebencian, buzzer atau sanjungan buta tanpa adanya pembedahan kebijakan secara ilmiah.
“Supaya ada discourse yang basisnya metodologi. Supaya ada argumen yang diproduksi,” ungkapnya.
Menurut Rocky, forum debat terbuka antara pemangku kebijakan dan mahasiswa akan sangat ampuh untuk mengedukasi masyarakat luas dan meminimalisir letupan-letupan emosi politik di media sosial yang tidak berdasar.
“Jangan sampai hidup kita itu, dari sentimen ke sentimen. Karena itu saya ingin bertengkar dengan saudara-saudara,” tuturnya.
Adapun Rocky memastikan bahwa meskipun dirinya kini telah masuk ke dalam lingkaran kekuasaan eksekutif dan diberi amanah sebagai Wantimpres, identitas aslinya sebagai pendidik dan pemikir independen tidak akan pernah mati. Ia justru menantang para mahasiswa untuk terus memelihara nalar kritis mereka agar negara berjalan di atas landasan yang benar.
Baca Juga: Dapat Bocoran Pembersihan Loyalis Solo, Pakar Ungkap Prabowo Belum Selesai 'Buang' Orangnya Jokowi
“Saya tetap akademisi. Saya anggap kalian mahasiswa. Maka saya ajak bertengkar, supaya pikiran itu dihasilkan dari pertengkaran, dan hasil pertengkaran itu bisa dibawa ke ruang publik,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: