Cerita Akademi Mantra Digital Berdayakan UMKM Lewat Integrasi Edukasi, Produk Kesehatan, dan Digital Marketing
Kredit Foto: Istimewa
Akademi Mantra Digital mengembangkan ekosistem bisnis yang menggabungkan edukasi pola pikir, produk kesehatan, pemberdayaan UMKM, dan pemasaran digital. Model tersebut dijalankan melalui lima lini usaha yang dirancang saling mendukung, mulai dari edukasi hingga distribusi produk berbasis kemitraan.
Didirikan oleh Suhendi Iskandar atau Haji Suhendi, Akademi Mantra Digital bergerak di bidang edukasi pemberdayaan masyarakat dan pemasaran digital. Ekosistemnya mencakup Mantra Kids, Mantra Uang, Mantra Formula, Sosial Affiliator, dan Konsorsium Bisnis Bersama.
“Penggabungan edukasi alam bawah sadar dan sistem bisnis gotong royong menjadi daya tahan sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekosistem kami,” ujar Haji Suhendi.
Menurut dia, pengembangan usaha tidak cukup hanya berfokus pada penjualan. Kesiapan individu, ketersediaan produk, dan pola kemitraan juga perlu diperhatikan agar pertumbuhan bisnis dapat melibatkan lebih banyak pihak.
Mantra Kids menjadi lini yang berfokus pada distribusi produk dan mainan anak dengan orientasi pemberdayaan UMKM. Ke depan, lini ini direncanakan terhubung dengan program edukasi interaktif dan pengembangan karakter anak.
Sementara itu, Mantra Uang mengembangkan edukasi keuangan dengan pendekatan Subconscious Mindset First. Program ini menempatkan pembenahan pola pikir sebagai salah satu fondasi dalam pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha.
Mantra Formula melengkapi ekosistem tersebut melalui produk kesehatan dan kebugaran dengan merek sendiri, termasuk Curcuminoz dan Askafit. Produk-produk ini dipasarkan melalui jaringan distribusi yang dikembangkan perusahaan.
Untuk mendukung pemasaran, Sosial Affiliator mengandalkan jaringan afiliasi dan skema bagi hasil. Model ini ditujukan untuk memperluas distribusi produk sekaligus membuka peluang kemitraan bagi afiliator.
Adapun Konsorsium Bisnis Bersama menjadi wadah kolaborasi antarlini usaha. Perannya diarahkan untuk menghubungkan pengembangan produk, pemasaran, dan perluasan jaringan dalam satu ekosistem.
Haji Suhendi menilai pengalaman masa lalu, kekecewaan, dan persoalan keuangan dapat memengaruhi keputusan seseorang saat menjalankan usaha. Karena itu, Akademi Mantra Digital menggabungkan edukasi pola pikir dengan pengembangan keterampilan dan sistem pemasaran.
Pendekatan tersebut, menurut dia, juga menjadi dasar untuk membangun komunitas yang tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi turut menempatkan pembelajaran dan keberhasilan mitra sebagai bagian dari pertumbuhan bisnis.
“Bisnis besar tak dibangun secara soliter, melainkan ketika para mitra dan member di dalamnya berhasil dan sejahtera, maka perusahaan secara otomatis akan ikut bertumbuh besar,” kata Haji Suhendi.
Dalam mendukung operasional dan memperluas jangkauan, Akademi Mantra Digital memanfaatkan situs akademimantradigital.co.id, mantrauang.com, dan sosialafiliator.com. Perusahaan juga mengembangkan jaringan distribusi digital di berbagai wilayah Indonesia untuk memperluas akses terhadap program edukasi dan peluang kemitraan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: