MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Modal RI, Said Didu Beberkan yang Sebenarnya Bikin Prabowo Marah
Kredit Foto: BPMI/Laily Rachev
Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa Indonesia tidak takut dan tidak akan gentar terhadap lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Sebelumnya, MSCI menyatakan bahwa status pasar saham Indonesia berpotensi diturunkan dari kategori emerging market (pasar berkembang) menjadi standalone market.
Menurut Said Didu, sikap Prabowo terhadap persoalan tersebut perlu dilihat dalam konteks upaya perbaikan pasar modal yang pernah disinggung Presiden.
Baca Juga: Rocky Gerung Ungkap Penilaiannya soal Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jawabannya Mengejutkan
Ia mengingatkan bahwa pada 29 Januari 2026, Prabowo meminta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mengundurkan diri karena dinilai gagal memperbaiki pasar modal Indonesia yang disebutnya kerap dimanfaatkan oleh oligarki untuk melakukan manipulasi saham.
"Saat pengunduran diri Ketua DK @ojkindonesia 29 Januari 2026, justru yang meminta ybs “mundur” adalah Presiden @prabowo karena dianggap gagal memperbaiki pasar modal @IDX_BEI sehingga digunakan oleh Oligarki untuk menggoreng saham merampok uang rakyat." tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (22/10).
Menurut Said Didu, kemarahan Prabowo terhadap MSCI kemungkinan bukan karena pemerintah menolak melakukan pembenahan pasar modal. Ia menilai yang dipersoalkan Presiden adalah pengumuman MSCI mengenai rencana penurunan status pasar modal Indonesia.
"Kemarahan Presiden @prabowo kepada MSCI sepertinya bukan karena tidak mau memperbaiki pasar modal, tapi karena MSCI seakan menebar ancaman lewat pengumuman rencana menurunkan status pasar modal Indonesia menjadi posisi standalone. Pengumuman tersebut tidak pantas dan diluar kebiasaan. Jadi yang bikin marah adalah pengumuman tersebut," lanjutnya.
Sebelumnya, Prabowo menegaskan Indonesia tidak takut menghadapi tekanan dari pihak mana pun, termasuk MSCI.
Ia menilai wacana penurunan status tersebut merupakan bentuk gangguan yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasar domestik.
Baca Juga: Pemerintah Akui 11 Juta Warga Turun dari Kelas Menengah, Prabowo Siapkan Langkah Ini
"Kita masih banyak gangguan, masih banyak kita terus dihadang ada apa itu, macem-macem lah ada MSCI macem-macem dia mau takut-takutin kita," ujarnya dalam Pidato Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Rabu (21/10/2026).
"Saya hanya katakan pada MSCI bangsa Indonesia tidak takut siapapun dan tidak akan gentar," lanjutnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: