Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Evaluasi MSCI Berpotensi Naikkan Biaya Pendanaan Pemerintah dan Korporasi

        Evaluasi MSCI Berpotensi Naikkan Biaya Pendanaan Pemerintah dan Korporasi Kredit Foto: MSCI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gejolak pasar keuangan akibat evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) berpotensi meningkatkan biaya pendanaan pemerintah dan korporasi. Fitch Ratings menilai dampaknya terhadap profil kredit Indonesia akan bergantung pada kepercayaan investor dan kondisi pendanaan jika tekanan pasar berlanjut.

        Dalam laporan pada Kamis (21/10/2026) Fitch menyebut konsultasi MSCI telah memicu kembali aksi jual saham dan tekanan terhadap rupiah. Risiko membesar apabila kondisi tersebut memicu arus modal keluar berkepanjangan dan memperketat kondisi keuangan.

        “Kondisi pendanaan eksternal dan domestik akan menjadi kunci dampak kredit dari potensi reklasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI,” tulis Fitch dalam keterangan tertulis.

        Tekanan pendanaan dapat meningkatkan biaya pinjaman dan menyulitkan debitur membiayai kembali utangnya. Meski demikian, Fitch menilai reklasifikasi MSCI kemungkinan tidak langsung menimbulkan dampak material terhadap kredit pemerintah Indonesia.

        Fitch mencatat cadangan devisa Indonesia mencapai US$146 miliar pada akhir September 2026. Namun, intervensi valuta asing yang berkelanjutan dapat mengurangi bantalan tersebut.

        “Penurunan tajam cadangan devisa secara berkelanjutan akibat melemahnya kepercayaan investor atau meningkatnya kekhawatiran mengenai standar tata kelola dapat menambah tekanan terhadap profil kredit pemerintah,” tulis Fitch.

        Dampak lanjutan juga dapat dirasakan perbankan dan korporasi. Arus modal keluar yang berkepanjangan berpotensi memperketat likuiditas, menekan kualitas kredit perbankan, serta meningkatkan kerentanan perusahaan dengan likuiditas lemah dan kebutuhan pembiayaan ulang yang besar.

        Baca Juga: Rupiah Loyo ke Rp18.060 per Dolar AS Usai Fitch Rilis Proyeksi Ekonomi RI

        Baca Juga: Fitch Soroti Gejolak MSCI, Kepercayaan Investor Bisa Jadi Ancaman bagi RI

        Kenaikan biaya pendanaan juga berpotensi menunda proyek energi terbarukan yang membutuhkan investasi awal besar. Fitch menegaskan, risiko kredit akan semakin besar apabila tekanan pasar berlangsung lama dan kondisi pendanaan terus memburuk.

        Dengan demikian, evaluasi MSCI tidak serta-merta berarti peringkat kredit Indonesia akan turun. Namun, arus modal keluar berkepanjangan dan penurunan cadangan devisa dapat memperbesar tekanan terhadap profil kredit pemerintah maupun dunia usaha.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aryo Hadi Wibowo
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: